Senin, 27 Maret 2017

Tips Fotografi Dengan Smartphone

Sudah lama saya sangat ingin belajar fotografi menggunakan smartphone. Maklum, saya tidak ada pengetahuan sama sekali mengenai teknik fotografi. Kemarin memang sempat ikut workshop fotografi sih dari OPPO, cuma saya tidak praktek langsung di lokasi karena sibuk membuat vlog. πŸ˜‚



Beruntung saya berhasil mendaftar pada event yang diselenggarakan oleh Marencong-Rencong Festival di Plasa Telkom Pettarani yakni Workshop Fotografi Smartphone bersama Kak Winarni (Food Blogger, Food/ Product Photographer, Womanpreneur). Sehari sebelum acara, saya mendapat notifikasi SMS dari pihak panitianya bahwa saya diterima menjadi peserta dalam workshop fotografi tsb. Alhamdulillah yah. 😊 Nah, akhirnya di tanggal 26 Maret 2017 kemarin kesempatan belajar itupun tiba. Saya menjadi peserta pertama yang hadir. Tiba di lokasi, food tenant masih banyak yang kosong, belum diisi sama penjualnya karena saya mungkin datangnya kepagian. πŸ˜“ Di jadwal sih memang mulainya jam 11.00 WITA, dan saya tiba disana itu pukul 10.00 WITA. Sambil menunggu, saya menonton video pengembangan diri. Jadi, waiting time-nya berkualitas. Hehe. πŸ˜‰



Sayangnya banyak peserta yang telat karena cuaca yang tidak medukung (baca: hujan). Walupun begitu, alhamdulillah peserta yang hadir cukup bayak sehingga workshop bisa berjalan dengan baik. Dalam workshop ini, Kak Winarni membawakan materi yang bertajuk Still Life Photography. Oke, sebelum masuk ke tips fotografi smartphone, saya mau memaparkan sedikit materi yang berhasil saya tangkap dari penjelasan Kak Winarni dulu yaa. 😊


Still Life Photography yang dibawakan oleh Kak Winarni merupakan judul yang berasal dari kata:
Still = Diam atau Mati
Life = Hidup, dalam konteks memberi "Kehidupan" pada benda tersebut
Jadi, Still Life Photography dapat diartikan memotret benda mati tampak lebih hidup dan berbicara. Foto still life ini bukan hanya memindahkan objek kedalam sebuah foto, tetapi lebih dapat mengandung arti dengan pencapaian hasil foto yang lebih artistik dan bermakna.

Komponen Fotografi Dengan Smartphone

Nah, untuk memulai foto menggunakan smartphone, kita perlu memperhatikan beberapa komponen seperti konsep, pencahayaan, komposisi, dan styling. Adapun beberapa tipsnya sebagai berikut:
  • Konsep: Sebelum memotret tentukan konsep: Bright, Moody, Colorfull, Black and White, dll
  • Pencahayaan: Lighting atau pencahayaan terbagi 2 yaitu Available Light dan Artificial Light. Kualitas cahaya yang terbaik yaitu dari cahaya matahari. Objek bisa diletakkan di luar ruangan atau bisa di dekat jendela. Lighting tidak harus mahal, manfaatkan yang ada di rumah atau yang ada dalam jangkauan budget. ISO yang digunakan maksimal 400. ISO semakin rendah semakin gelap, tapi tajam. Setting ISO-nya serendah mungkin. Semakin ringgi ISO-nya semakin terang tapi noise. Bermain dengan EV dan WB.
  • Komposisi: Komposisinya apakah Rules of Third atau Dead Centre. Pastikan tidak ada gangguan dalam frame (baca: hanya objek dan backdrop). Pastikan untuk mencari variasi komposisi sepanjang pemotretan dan pikirkan sesuatu yang tidak biasa. Apa yang menjadi Hero. Apakah ingin memanfaatkan negative space atau sebaliknya ingin memenuhi frame? Perhatikan objeknya, apa detail yang ingin diperlihatkan. 
  • Styling: Bermain dengan complementary color. Memadupadankan warna yang saling kontras. Siapkan setting-an sebelum objek dipotret. Cari inspirasi di berbagai sumber.

Properti

Gunakan properti yang mampu menguatkan cerita. Perhatikan background dan alas. Properti sebaiknya tidak mencuri perhatian Hero. Perhatikan tekstur dan perpaduan warna.

Editing

Aplikasi yang digunakan untuk mengedit foto ada beberapa seperti Snapseed, Pics Art, VSCO, After Focus, Bokeh Lens, dll

Dalam melakukan pengambilan gambar, biasanya beberapa pemotret akan menemukan kendala seperti bayangan yang muncul pada objek. Nah, cara mensiasatinya adalah dengan menjadikan sumber cahaya dari belakang atau dari samping objek. Jangan dari atas. Kalaupun cahaya tepat berada diatas objek, bisa dilakukan dengan menggeser objek tsb agar tidak berada dibawah tepat cahaya lampu. Cari cahaya alami. Bisa juga tambahkan reflektor berupa gabus, sesuatu yang berwarna perak,  ataupun cermin didekat objek. πŸ˜„

Semoga penjelasan yang saya tuliskan ini bisa bermanfaat buat teman-teman semuanya. Saya menuliskan ini semuanya murni sesuai dengan apa yang diajarkan Kak Winarni pada workshop. Namanya juga workshop pasti ada prakteknya kan? So, setelah pemaparan beliau mengenai fotografi dengan smartphone, kami para peserta digiring keluar ruangan untuk langsung menerapkan ilmu yang diajarkan tadi. Adapun benda yang menjadi objek foto kami adalah makanan dan produk dari Indihome Telkom. 😎


Setelah praktek, kami pesertapun masuk ke ruangan dan kembali menerima masukan dari Kak Winarni mengenai teknik fotografi. Setelah itu, waktunya foto-foto deh untuk dokumentasi. Saya berharap di tahun-tahun berikutnya acara seperti ini bisa diadakan lagi oleh Telkom supaya tukang foto amatir banget kayak saya bisa belajar banyak mengenai fotografi menggunakan smartphone. 😊

Posting Komentar