Rabu, 26 Juli 2017

Mie Pedas Sudiang, Mie Pedas Hits di Makassar

Kamu doyan makan makanan pedas? Kamu suka makan nasi goreng dan mie bakso? Kalau jawabannya IYA, berarti kamu wajib baca ulasan saya kali ini mengenai Mie Pedas Sudiang sampai habis. πŸ˜‡


Saya akhirnya bisa menggunakan kesempatan yang diberikan oleh teman saya yaitu Kak Putra, untuk menyantap makanan di Mie Pedas Sudiang secara gratis. Saya sendiri sebenarnya sudah lama banget ditawari Kak Putra untuk mampir kesini, namun baru punya kesempatan untuk bisa datang ke rumah makan yang dimiliki oleh kakaknya, Sabtu 15 Juli 2017 kemarin. Kendala terbesar saya sebenarnya ada di kendaraan karena lokasi sangat jauh dari rumah saya. Tapi alhamdulillah Bimo yang merupakan teman Blogger saya di Komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri menerima ajakan saya sehingga saya bisa kesana bareng Bimo pas pukul 16.00. Makasiih buat Bimo yang sudah antar jemput dan sudah mau menemani saya menerjang panas terik, debu polusi, dan jauhnya perjalanan dari AP. Pettarani ke daerah Sudiang. πŸ™

Sejarah

Mahyuddin selaku Owner dari Mie Pedas Sudiang merupakan lulusan UMI memulai karir sebagai pengusaha kuliner sejak tahun 2011 silam. Mie Pedas Sudiang ini sendiri didirikan 3 tahun kemudian tepatnya 14 Maret 2014 dengan nama awal Mie Naga 88 di bilangan Hertasning Lama. Namun lapak ini hanya bertahan 8 bulan karena suatu hal dan akhirnya pindah ke Sudiang sekaligus diganti namanya menjadi Mie Pedas Sudiang. Hingga kini rumah makan ini masih tetap bertahan di tahun ketiganya dengan karyawan berjumlah 6 orang.

Lokasi

Tidak sulit menemukan rumah makan Mie Pedas Sudiang ini karena lokasinya sudah terdeteksi di Maps. Namun kalau tidak menggunakan Maps, saya rasa teman-teman akan banyak yang bingung dan bertanya-tanya mengenai lokasinya, karena lokasi Mie Pedas Sudiang ini berada di kawasan perumahan yakni di Permata Sudiang Raya Blok H8 no 5. 

Parkir Gratis

Saat Bimo memarkir motornya tepat di depan rumah makan ini, ada papan tepat di area itu yang buat saya tertegun. Papan itu bertuliskan: PARKIR MOTOR GRATISSS. Woow, alhamdulillah jadinya saya tidak usah mengeluarkan uang lagi untuk ongkos parkir. Ini nih bagusnya tempat makan. Ngga usah bayar parkir lagi. Hehe.

Area Parkiran Mie Pedas Sudiang

Parkir Yang Rapi Bro!!


Ramai Pengunjung

Beralih ke Mie Pedas Sudiang, saya dibikin tercengang oleh keramaian yang meliputi rumah makan ini saat saya hendak memasuki ruangannya. Dimana ada keramaian di rumah makan, pasti karena makanannya laris kan? Hmm, saya jadi penasaran sama makanannya. Bayangkan, kalau mau dipikir rumah makan yang lokasinya bukan di daerah kota, apalagi di kawasan perumahan yang notabenenya jarang dilalui oleh pengendara, pasti jarang banget terlihat ramai kan? Tapi ternyata hal itu tidak berlaku untuk Mie Pedas Sudiang, karena sekalipun lokasinya tidak banyak dilalui oleh pengendara, tapi rumah makannya sangat ramai. Mulai dari pengunjung anak-anak sampai orang tua semuanya ada. Apalagi yang ngajak satu keluarga besar, sudah pasti ada.

Ramai Pengunjung

Makanan dan Minuman Menggiurkan

Saya yang memang dari pagi sengaja mengosongkan perut, akhirnya dengan segera langsung memesan Mie Pedas level 1 (tidak tahan pedas) ke Kak Putra setelah diperlihatkan menu makanannya. Udah lapar banget coyy. Bimo sendiri memesan Nasi Goreng level 10. πŸ˜‚

Daftar Menu Makanan Mie Pedas Sudiang

Nasi Goreng Level 10 Pesanan Bimo

Tak lama kemudian saya melihat poster menu minuman yang cukup membuat saya ingin mencobanya. "Kak, mauka coba minumanta yang ini." kata saya ke Kak Putra sembari menunjuk ke arah poster minuman yang menempel di dinding. Alhamdulillah Kak Putra yang baik banget mengiyakan permintaan saya. Maafin akuuuh yah Kak Putra. 😭

Tak lama kemudian, datanglah makanan dan minuman pesanan saya. Aromanya langsung menggugah selera. Joss, saya santap makanannya di suapan pertama langsung bahagia. Ini rasa mienya dengan level kepedasannya pas banget dengan selera saya yang tidak kuat dengan pedas. Tapi untuk kamu yang suka pedas, bisa pilih level yang tinggi terserah suka-suka kamu. FYI, Kak Putra bilang level tertinggi yang pernah dicoba anak-anak sini itu di level 25. Hammaaaaee. Saya saja di level 1 udah ingusan. πŸ˜… Salut banget sama orang itu. Lambung ususnya mati rasa kali yaak!

Mie Pedas Level 1 Pesanan Aku :)

Lapeeer :(

Mie Pedasnya disajikan dengan pangsit goreng ukuran stik, kemudian ada ayam cincang, daun bawang dan bakso. Menurut saya yang bikin Mie Pedas ini enak di lidah saya karena bumbunya yang pas dan mienya dimasak layaknya mie goreng namun diberikan kuah sedikit sehingga mie gorengnya tidak terlihat kering. Saya pribadi sih kalau melihat mie goreng yang kering begitu udah ngga doyan. Apalagi porsi mienya juga sangat ideal sehingga kalau makan kita tidak terlalu eneg. Apalagi baksonya juga menurut saya enak dengan dagingnya yang lembut. Hmm overall Mie Pedas ini saya rekomen banget.

Habis Saking Laparnya

Untuk minuman, saya memesan minuman Bubble Gum, dan Bimo memesan Oreo. Saya lagi-lagi dikejutkan dengan tampilan minuman ini yang menurut saya sangat unik. Ini pertama kalinya saya melihat ada minuman yang dikemas dengan wadah bohlam lampu. Yass. Unyuu banget kan? Ternyata minuman bohlam ini menjadi minuman terlaris yang selalu dibeli oleh anak-anak sekolahan disekitaran sini lho.

Dok. Mie Pedas Sudiang

Minuman Unyu dengan Wadah Bohlam Lampu

Halal 100%

Owner Mie Pedas Sudiang ini sangat memperhatikan kehalalan makanannya juga. Yaph, jadi karena Mie Pedas Sudiang ini berada di area yang mayoritas non muslim, tak jarang rumah makan ini sering dipertanyakan kehalalannya oleh orang-orang sekitar maupun yang berkunjung. Apalagi memang di area itu tidak sedikit rumah makan non islam yang menggelar lapaknya. Oleh karena itu, pihak Mie Pedas Sudiang mempersyaratkan kepada karyawannya untuk selalu menggunakan hijab jika sedang bekerja. Ini juga sebagai tanda bahwa rumah makan ini bisa dinikmati oleh siapapun supaya orang-orang tidak bertanya lagi, apakah rumah makan ini halal atau tidak. And you know what, lombok yang digunakan BUKAN LOMBOK OPLOSAN.

Owner Mie Pedas Sudiang tidak membeda-bedakan antara orang islam dan non islam. Bahkan rumah makan ini sendiri memiliki beberapa karyawan yang non islam, tapi mereka tetap harus menggunakan hijab selama berada di lokasi kerja. Hijab itu tentunya telah disediakan oleh rumah makan ini. Perkara apakah nantinya hijab itu akan dilepas, itu terserah mereka yang penting selama mereka bekerja, wajib menggunakan hijab.

Produk Yang Dijual di Mie Pedas Sudiang

Support Event

Sembari saya dan Bimo menikmati makanan, kami juga ngobrol dengan Kak Putra mengenai usaha Mie Pedas Sudiang ini. Kak Putra bilang bahwa rumah makan ini sudah beberapa kali digunakan untuk event seperti arisan. Yah, hal ini bisa ditaktis oleh pihak Owner agar tamu-tamu yang datang tetap bisa nyaman menikmati acara dan menikmati makanan. Untuk membuat event disini itu tarifnya gratis, minimal untuk 10 orang.

Semua kelebihan yang saya tuliskan mengenai rumah makan Mie Pedas Sudiang ini benar-benar jujur dari hati saya. Cieeh. Ehehe. Sayangnya Mie Pedas Sudiang ini jaraknya dari rumah saya sangat jauh. Padahal saya ketagihan lagi ingin menikmatinya. Tapi tenaang, kabar baik dari Kak Putra adalah Mie Pedas Sudiang ini berencana ingin membuka cabang baru di area kota dalam dekat-dekat ini. Sekarang sih masih mensurvei tempat-tempat strategis di Makassar dengan biaya murah. Jadi ditunggu saja cabang barunya. Oh iya, Mie Pedas Sudiang ini juga telah bekerjasama dengan GO FOOD lho, sehingga buat kamu yang malas keluar rumah bisa mendapatkan makanannya dengan menggunakan aplikasi Go-Jek.





Makasiiih sudah mampir kak. Temenan di Sosmed yuuk :)
Posting Komentar