Selasa, 18 Juli 2017

Anak Baru di Yodya Karya

Terhitung dari awal Januari 2017 hingga bulan Juni, saya tidak terikat kerja di instansi/ perusahaan/ kantor yang berhubungan dengan dunia arsitektur/ konstruksi. Kenapa? Karena saya ingin fokus dengan what I'm passionate about. Kalau boleh dikerucutkan, hal-hal yang saya ingin lakukan adalah seputaran KOMUNITAS dan EVENT. Dari jaman bayi sampai kuliah saya begitu introvert. Selalu menuruti apa kata sistem, atau apa kebijakan dari orang yang berkuasa. Berprestasi di sekolah memang iya, tapi teman saya hanya bisa dihitung jari dan itu-itu saja. Saking susahnya saya berkomunikasi dengan orang baru, saya sampai tidak berani menatap mata lawan bicara. Dan untuk menutupi itu, saya bertingkah rada sombong dalam artian ngga mau negur orang duluan. OMG, saya sendiri ngga pecaya kalau itu saya yang dulu itu bisa jadi berubah seperti ini.


Makanya saat menjelang akhir kuliah, saya mulai menemukan hal-hal yang bisa membuat saya bergairah yaitu Event. Makin lama makin menjalar ke ranah Komunitas, dan kemudian saya sadar bahwa saya sebenarnya adalah orang yang tidak introvert sama sekali karena saya begitu senang dengan banyaknya teman-teman yang bisa saya gauli. Ops. Yah, you know lah. Itulah kebahagiaan terbesar yang selama ini tidak pernah saya dapatkan. Itulah sumber energi saya untuk lebih banyak mendapat inspirasi baru. Berdiskusi dengan orang-orang positif pastinya. Kalau dulu saya berpikir bahagia itu ketika saya berprestasi di sekolah, dapat IPK tertinggi diantara teman-teman, sekarang itu semua ngga guna lagi. Yang terpenting adalah saya bisa menjaga hubungan muamalah saya. Mungkin kalau saya masih sekuno dulu, pastinya saya sudah tidak di Makassar Event dan aktif di komunitas-komunitas sekarang, tapi aktif di perusahaan bonafit yang menjadi sasaran para mahasiswa teladan.

Jadi selama 6 bulan saya akhirnya bisa free dulu dari kegiatan ke-arsitektur-an saya. Namun di bulan ke-7, saya memutuskan untuk kembali ke dunia arsitektur. Sebenarnya kalau mau ditelusuri dari bulan-bulan kemarin juga, saya udah pengen kerja di arsitektur lagi. Tapi nyatanya belum rejeki. Saya beberapa kali ditolak, dan saya keep positive aja mungkin memang Allah pengen saya menikmati passion saya dulu. Maklumlah, memang selepas kuliah saya langsung terbang ke Batam, Ambon, dan Palu itu semuanya karena urusan kerjaan di bidang konstruksi/ arsitektur.

Hari Pertama di Yodya Karya

Maka, jadilah saya sekarang berkantor di Yodya Karya. FYI, Yodya itu adalah perusahaan konstruksi yaitu kontraktor, juga konsultan pengawasan yang berlokasi di Jl. AP. Pettarani Makassar. Saya terlibat di perusahaan ini sebagai perencana untuk Kantor BPJS Gorontalo. Lho, kok perencana? Bukannya Yodya itu kontraktor dan konsultan pengawasan? Hehe, iyaa begitulah. Saya bisa kerja sebagai drafter arsitek disini karena si Bos yang kasih saya kerjaan berlatar belakang arsitektur dan pastinya kerja di Yodya, butuh orang-orang yang bisa nanganin project dia, yaitu BPJS Gorontalo. Jadi bisa dibilang saya kerja di Yodya dan juga kerja di Makassar Event sekarang.

Berkutat Dengan 3D Software

Hari pertama saya kerja di Yodya yakni tanggal 14 Juli 2017, saya mendapat tugas awal yaitu membuat 3D Gedung BI. Tugas ini ditujukan ke saya hanya sekedar mengetes kemampuan 3D saya walaupun memang Gedung BI ini menjadi salah satu proyek pengawasan kami di Jl. Sudirman Makassar. Dan hasilnya, alhamdulillah Pak Thalib selaku bos menerima hasil renderan 3D saya sehingga saya diterima sebagai pegawainya. Gaji walaupun tidak seberapa dengan kerjaan sebelumnya, saya tetap terima karena saya sadar bahwa skill saya di 3D sangat masih level pemula. Lagian, saya juga ingin memantapkan diri belajar 3D disini dengan lebih baik. Sehingga, ketika proyek ini selesai, saya sudah bisa memasang tarif yang lebih tinggi dibanding tarif saya sebelumnya. Hehe.

17 Juli untuk pertama kalinya saya mengikuti meeting kecil-kecilan untuk proyek BPJS Gorontalo kami di Cafe Kanrejawa. Walaupun saya masih baru, alhamdulillah bapak-bapak superior disini sangat welcome dengan kedatangan saya. Intinya meeting berjalan lancar, dan saya pun siap lahir batin untuk mengeluarkan segala pikiran dan tenaga untuk proyek BPJS Gorontalo ini. Sekian. Makasiih.

Meeting Perdana Dengan Para Superior

Posting Komentar