Jumat, 16 Juni 2017

Kamu Pancasila dan Bermedia Sosial? Terapkan Hal-Hal Berikut!

Jumat, 16 Juni 2016 tepatnya pukul 13.00 WITA para Blogger Makassar termasuk saya mendapat undangan dari KEMKOMINFO (Kementerian Komunikasi dan Informatika) Republik Indonesia untuk kegiatan Flash Blogging dengan tema "Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Bermedia Sosial" bertempat di Hotel Grand Clarion Makassar, Lantai 5 Daisy Room.


Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Dinas Statistik KOMINFO, A. Hasdullah yang selanjutnya disambung oleh Dedet Surya Nandika selaku Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang membuka acara Flash Blogging ini dengan resmi.

"Seperti yang kita lihat di media sosial tentang informasi bohong/ hoax, ujaran kebencian, fitnah, provokasi, termasuk pornografi, dan sentimen SARA, kesemuanya kondisi ini menjadi ancaman ancaman serius bagi bangsa kita karena kondisi tersebut berpotensi mengancam kebersamaan kita." kata A. Hasdullah selaku Kepala Dinas Statistik KOMINFO.

"Sekarang media sosial ini merupakan media komunikasi yang sangat berkembang dan sangat diminati. Harapan kami tentunya, momentum seperti ini kita melaksanakan forum Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Bermedia Sosial, saya harapkan bisa diambil makna atau hikmah dari apa yang akan disampaikan oleh para narasumber. Karena baru saja kemarin fatwa MUI dikeluarkan mengenai muamalah dalam bermedia sosial." kata Dedet Surya Nandika selaku Direktur Kemitraan Komunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI

Aktualisasi Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Materi ini dibawakan oleh Heri Santoso selaku Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, sekaligus merupakan Dosen Fakultas Filsafat UGM. Dalam materinya, beliau menyampaikan bahwa dalam media sosial begitu banyak problematika. Kalau yang kita ketahui selama ini ada 2 dunia, yakni dunia Ghaib dan Nyata, untuk zaman sekarang  sudah berbeda. Beliau menjelaskan bahwa zaman sekarang ini sudah ada 3 dunia, yaitu dunia Nyata, Ghaib, dan Maya.

Sebagaimana dalam penyampaiannya, problematik dunia media sosial itu sangat benar adanya. Jika di dunia nyata masing-masing dunia sudah pasti memiliki dasar, aturan main, dan kriteria nilai, maka berbeda halnya dengan dunia maya yang masalah muncul jika ada konflik tentang dasar, aturan main, dan kriteria nilai. Di dunia nyata sudah jelas jika baik dikatakan baik, buruk dikatakan buruk. Begitupun benar salahnya, indah jeleknya, bahkan suci kotornya semua sudah ada aturannya masing-masing.

Heri Santoso Menyampaikan Materi "Aktualisasi Pancasila di Kehidupan Sehari-Hari"

Bagaimana dengan dunia maya yang notabene segalanya bebas diakses, bebas dipublish? Bebas itu tidak ada fatwa haramnya. Termasuk kita sebagai blogger, tentu tidak ada aturan yang mengikat karena kita bebas berekspresi. Masih dalam penyampaian Heri, inilah hebatnya Blogger. Blogger dikatakan hebat karena mampu membuat dunia baru dalam tulisannya. Dengan tulisan, akan banyak orang yang akan mengkonsumsinya karena tulisan tersebut tersebar di dunia maya yang semua orang dari belahan dunia manapun mampu untuk mengaksesnya selama memiliki internet.

Yang menjadi masalah adalah aturan mainnya, bagaimana ketika muncul konflik. Oleh karenanya bermedia sosial itu memerlukan santun. Beliau memberikan contoh mengenai suatu ukuran blog yang bisa dikatakan baik. Ada peserta yang mengatakan bahwa blog yang baik adalah ketika blog tersebut rajin diisi. Tapi itu apakah itu benar-benar baik? Bagaimana jika konten yang diisi adalah konten yang tidak baik bahkan cenderung merusak? Faktanya, sekarang banyak yang berpaham bahwa bad news is good news. Oleh karenanya, untuk para blogger, jadikanlah tulisan menjadi medan dakwah dan amal kebaikan.

Maka dalam bermasyarakat, pancasila akan menjadi aturan main kita bersama. Aktualisasi pancasila ada dalam berbudaya, bernegara, dan bergama. Tantangan bagi bangsa ini:
Merealisasikan cita-cita bersama: Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil, Makmur
Ada kerapuhan internal bangsa ini: Korupsi, Kolusi, Reproduksi Kekerasan, Sex Bebas, Narkoba, dll
Proxy war: Terorisme, HAM, disintegrasi bangsa, khilafah, komunisme, dll
Contohnya:
Korupsi: Menganggap orang lain korupsi, tapi apakah kita korupsi atau tidak? Satu hal dituntut untuk cepat, tapi dilain sisi harus tepat.
Proxy War: Kenapa sesama muslim selalu dibentur-benturkan? Intinya jangan mudah diadu domba. Untuk blogger, blog sudah seharusnya menjadi medan dakwah, amal baik.

Fatwa Majelis Ulama Tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah di Media Sosial

Materi ini dibawakan oleh Prof. Muh. Ghalib selaku Sekretaris MUI Provinsi Sulawesi Selatan. Beliau menyampaikan bahwa inilah fatwa terpanjang, begitu serius sepanjang pengalaman beliau dalam organisasi MUI. Tentu dengan adanya fatwa ini, ada latar belakang yang mempengaruhi karena bermedia sosial seringkali tidak disertai dengan tanggung jawab. Oleh karena itu MUI membentuk aturan mengenai bermedia sosial dengan mengambil dasar dari Al-Quran, Hadits, dan Pendapat para Ulama.

Prof. Muh. Ghalib Menyampaikan Mengenai Fatwa MUI Mengenai Aturan Bermedia Sosial

Latar belakang fatwa mengenai bermuamalah di sosial media adalah karena penggunaan media digital khususnya berbasis media sosial di tengah masyarakat seringkali tidak disertai dengan tanggung jawab sehingga menjadi sarana untuk penyebaran informasi yang tidak benar, hoax, fitnah, ghibah, namimah, gosip, pemutarbalikan fakta, ujaran kebencian, permusuhan, kesimpangsiuran, informasi palsu, dan hal terlarang lainnya yang menyebabkan disharmoni sosial yang bisa menimbulkan mafsadah di tengah masyarakat.

FATWA MUI
Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial wajib memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  • Senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tidak mendorong kekufuran dan kemaksiatan
  • Mempererat persaudaraan (ukhuwah) baik itu persaudaraan keislaman (ukhuwwah islamiyyah), persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah), maupun persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah)
  • Memperkokoh kerukunan, baik intern umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah
Setiap muslim yang bermuamalah melalui media sosial diharamkan untuk:
  • Melakukan ghibah, fitnah, namimah dan penyebaran permusuhan
  • Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan
  • Menyebarluaskan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik seperti info tentang kematian orang yang masih hidup
  • Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar'i
  • Menyebarkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan waktunya
Memproduksi, menyebarkan dan/ atau membuat dapat diaksesnya konten/ informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.

Memproduksi, menyebarluaskan dan/ atau membuat dapat diaksesnya konten/ informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/ atau khalayak hukumnya haram.

Dari Sudut Istana

Materi ini dibawa oleh Andoko Darta selaku Tim Komunikasi Presiden. Dalam materinya beliau menyampaikan mengenai kesuksesan bapak presiden selama masa jabatan kepresidenan dari awal pemerintahan hingga sekarang. Sesi ini yang paling menarik menurut saya, karena Andoko memutarkan beberapa video terkait hal-hal yang ada di dalam Istana yang banyak tidak diketahui orang. Ada pula video mengenai pencapaian Jokowi selama pemerintahannya pun juga turut ditayangkan dalam acara.

Andoko Darta Menyampaikan Materi "Dari Sudut Istana"


Sembari menayangkan video, Andoko Darta juga menyampaikan kepada peserta bahwa Visi Presiden sesungguhnya adalah beliau ingin Indonesia menjadi Negara Maju. Maka yang dilakukan oleh Jokowi pada tahun pertamanya menjabat adalah membangun PONDASI, tahun kedua PERCEPATAN dengan infrastruktur, dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dan di tahun ketiga, PEMERATAAN dalam segala aspek dari Sabang sampai Merauke. Berikut 2 video pencapaian Jokowi dalam 1 menit. Untuk lebih lengkap, silahkan akses ke www.kerjanyata.id



#pancasila #temublogger
Posting Komentar