Rabu, 26 April 2017

Warung Koffie Batavia Hadir di Makassar

Warung Koffie Batavia Hadir di Makassar - Warung Koffie Batavia merupakan restoran kuliner yang kini berhasil membuka outlet pertamanya di Makassar, sekaligus merupakan outlet ke delapan yang dibuka di Indonesia. Sesuai namanya, restoran ini tak jauh-jauh mengambil konsep ala Belanda, Indonesia, dan Peranakan. 👦 Siang itu di tanggal 22 April 2017, alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mereview restoran tersebut bersama beberapa teman blogger yang lain, bertempat di Mall Gaul "Phinisi Point" Jl. Metro Tanjung Bunga No. 2. Karena saya menjadi orang pertama yang hadir, alhamdulillah Mba Shara Moza selaku Marketing dari Warung Koffie Batavia menyambut saya dengan hangat sampai kami sempat ngobrol beberapa lama sembari menunggu teman blogger yang lainnya datang. 😁 Mba Shara bercerita cukup banyak mengenai Warung Koffie Batavia ini mulai dari sejarahnya hingga ke menu-menu yang menjadi favorit pengunjung. 😄
Satu per satu teman blogger pun mulai berdatangan. Waktunya saya memesan makanan yang ingin saya cicipi. Pilihan saya jatuh ke menu Nasi Uduknya. Sebenarnya sih, saya agak bingung antara memilih makanan Nasi Goreng Kambing ataukah Nasi Uduk, karena keduanya merupakan menu andalan yang sering diorder oleh pengunjung untuk kategori Makanan Berat. 😁 Namun akhirnya Nasi Uduk lah yang saya pilih, karena saya pribadi sudah lama tidak makan Nasi Uduk. 😋 Terakhir makan nasi uduk itu, pas tahun lalu saat saya masih bekerja di Ambon, di perusahaan Waskita Karya. Untuk minuman, saya memesan Chocolate Milk-Based dengan campuran cream, dan tak lupa pula dengan minuman andalan sejuta umat, Air Mineral. 😆

Sambil menunggu makanan, saya spontan langsung bergerak mengambil gambar di area Warung Koffie Batavia mulai dari tampak restorannya, interiornya, menu makanan, hingga ke makanan yang disajikan di restoran itu. 😉 Jadi, Warung Koffie Batavia bukan hanya sekedar menjual makanan Indonesia, namun juga menjual beberapa makanan Belanda karena Warung Koffie Batavia sendiri mengambil nama dari Batavia yang merupakan pusat perdagangan terbesar di era kolonial Belanda. Dulunya, Batavia memang merupakan tempat perdagangan dan penanaman kopi dari seluruh dunia. Karena sesuai sejarah, Batavia punya peranan penting yang terjadi saat jaman Belanda. 😊
Suasana Warung Koffie Batavia sangat kental dengan suasana kolonial Batavia. Walaupun sepintas suasana kolonial itu terkesan seperti suasana Jaman Dulu, namun Warung Koffie Batavia berhasil mengemas penampilan restoran ini menjadi lebih elegan dan berkelas. 😎 Di area kafenya, terdapat tulisan De Brenderij Van Kwaliteitskoffie yang artinya pembuat kopi berkualitas. Dengan slogan tersebut, tentu saja kafe dan restoran ini menjadikan kopi sebagai menu andalannya, terutama untuk menu Kopi Peranakan-nya. 😌 Selain Kopi Peranakan, ada Kopi Tubruk, lalu ada juga kopi premium seperti Finest Blend, Robusta, Arabica, House Blend, dan Luwak. Untuk Kopi Espressonya ada Espresso, Macchiato, Long Black, Cappucinno, Koffie Latte, Mochaccino, Shaken Ice Espresso, Shaken Ice Latte, Vanilla Espresso Crunch, Salted Caramel, WKB Affogato, dan Snickers Mochaccino. 😗
Bukan hanya kopi, cemilanpun juga turut disediakan dalam menu Warung Koffie Batavia. Ada hidangan pembuka seperti Siomay, Singkong Goreng, Bitterballen, Roti Bakar Kornet Keju, Martabak Telur Classic, dan Martabak Telur Mozzarella Cheese. Adapula menu pencuci mulut seperti Martabak Manis, Kue Cubit, Tape Goreng Keju, dan Poffertjes. Untuk minuman selain kopi, terdapat minuman dengan Milk-Based, Tea, Juices, dan Mineral Water. 😊
Akhirnya makanan yang saya pesan sudah datang. Alhamdulillah pelayanannya baik, dan waktu penyajiannya tidak begitu lama. Nasi Uduk sudah tersedia di meja, dan waktunya makan. 😆 Kesan saya saat menikmati Nasi Uduknya, untuk nasinya terasa begitu gurih dengan taburan bawang gorengnya yang renyah. Aromanya tercium begitu wangi, khas makanan yang dibungkus dengan daun pisang. Ayam gorengnya berlumuran kelapa kecokelatan dan tentu sangat terasa renyah saat disantap. Selain ayam, ada lauk lain juga dalam makanan Nasi Uduk ini seperti tahu, tempe, dan daging. Kesemua lauknya ini menurut saya terasa pas di lidah. Apalagi tahunya, tekstur pada bagian dalamnya begitu lembut, sehingga ketika dimakan terasa kenyal. 😋
Overall menu Nasi Uduknya berhasil buat saya merasa puas. Rasa kangen saya sebelumnya terhadap Nasi Uduk berhasil terlepaskan saat mencicipinya di Warung Koffie Batavia. 😋 Apalagi ditambah dengan suasana kafe dan restorannya yang sangat sangat nyaman. Ada private room-nya pula. Pelayanannya baik, dan harganya walaupun menurut saya awalnya cukup mahal, namun akhirnya saya menyadari bahwa harga yang ditawarkan itu terasa wajar karena sesuai dengan fasilitas yang didapat pengunjung. 😄
Posting Komentar