Rabu, 12 April 2017

Ketemu 500+ Fotografer di Jambore Fotografi 2017

Sebelumnya memang saya sangat tertarik dengan bidang fotografi. Maka saat ada undangan untuk menghadiri Jambore Fotografi 2017, saya langsung mengiyakan dengan segera, segera secepat kilat. πŸ˜‚ Bukan hanya sekedar ketemu dengan fotografer dari seluruh Indonesia, tapi saya juga banyak dapat ilmu mengenai fotografi disini. Oh yah, acara Jambore Fotografi ini dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar bekerja sama dengan Federasi Fotografi Sulawesi Selatan bertempat di Benteng Somba Opu mulai dari tanggal 8 sampai 9 April 2017. 😊


Ada kejadian yang cukup memalukan di hari pertama. Saking semangatnya saya untuk menghadiri acara itu, saya bela-belain ke lokasi se-awal mungkin agar bisa duduk di barisan depan. Tapi apa yang terjadi? Saya salah lokasi pemirsah, karena tidak teliti membaca lokasi di poster. πŸ˜“ Di poster tertulis lokasinya di Benteng Somba Opu tapi saya malah pergi ke Benteng Rotterdam. Yah mau bagaimana lagi, yang tertanam di pikiran saya lokasinya cuma di Benteng Rotterdam karena yang selalu menjadi tempat event adalah Rotterdam. Saya sama sekali tidak memperhatikan ada kata Somba Opu disitu. πŸ˜…

Oke, skip. Yang jelas setelah tahu saya salah lokasi, saya langsung segera meng-order Go-Jek. Berharap cepat sampai di lokasi, ternyata dugaan saya salah. Sopir Go-Jeknya tidak tahu lokasi Benteng Somba Opu dimana. Dipikirnya saya mau ke Jl. Somba Opu. OMG. Sayapun yang sangat tidak begitu tahu jalan di Makassar, hanya ngikut arus kemana dia membawa saya. πŸ˜” Mungkin kalau saya mau dibawa lari dan diculik sekalipun saya juga tidak tahu karena akses jalan menuju Benteng Somba Opu itu bukan jalur angkutan umum. πŸ˜‚ Maklum, saking khatam sama jalur pete-pete, saya sampai jadi tidak tahu jalur selain itu. Sampai akhirnya saya sadar kalau lokasi yang dia antarkan salah, sopir itu pun putar balik sambil nge-cek maps untuk mengantar saya sampai di lokasi tujuan yaitu Benteng Somba Opu. πŸ˜…

Intinya saya lelah diperjalanan. Saya start dari Antang, menuju Rotterdam, kemudian nyasar beberapa lama di jalan yang saya tidak tahu namanya apa, lalu akhirnya tiba deh di lokasi sesungguhnya yaitu di Benteng Somba Opu. Untungnya sampai di lokasi saya tidak terlambat walaupun sebenarnya fotografer sudah banyak yang datang. πŸ˜” Sudah banyak tenda pula yang disediakan di outdoor sebagai tempat istirahat peserta karena peserta akan menginap di lokasi. Saya sempat antri untuk isi buku list tamu. Setelah itu, duduk manis di barisan depan untuk acara pembukaan. Bersyukur ada Ibu Ina Rosa dari Dinas Pariwisata yang mengarahkan kami para blogger untuk bisa duduk bagian depan sehingga bisa mengambil gambar dengan baik. πŸ˜€

Pembukaan Jambore Nasional 2017

Acara pembukaanpun dimulai di baruga Benteng Somba Opu. Awalnya dibuka oleh tarian tradisional, kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan dimulai dari ketua panitia oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar yaitu Ibu Rusmayani Majid sampai ke Walikota Makassar dalam hal ini mewakili Bapak Kusaiyyeng yang sekaligus membuka event Jambore Fotografi ini. 😊 Dalam sambutannya, para tokoh pemerintahan ini berharap agar event Jambore Fotografi ini mampu menghasilkan industri kreatif baru di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan dan kota Makassar. Setelah sambutan, kami blogger yaitu saya, kak Ndy, kak Aisyah, kak Bimo, dan kak Yasin langsung keluar untuk berfoto bersama Ibu Rusmayani Majid. Selain berfoto di outdoor, kami juga berfoto di photo booth yang telah disediakan oleh panitia. πŸ˜†

Lomba Foto

Di jambore ini, para peserta sebanyak 500 lebih fotografer diberikan challenge untuk bisa memberikan hasil foto terbaik mereka. Ada 5 foto yang harus diserahkan yaitu foto dengan tema Budaya, Rumah Adat, Pusat Benda Bersejarah, Keseharian di Dermaga, dan Fashion. 😎 Pada lomba foto budaya dan fashion, pihak panitia menyediakan model-model yang mengenakan pakaian adat sehingga para fotografer bisa mengambil gambar dengan objek model tsb di area Benteng Somba Opu. Untuk foto budaya dilaksanakan pada hari pertama, dan foto fashion di hari kedua dengan menampilkan model yang didatangkan langsung dari Brazil. 😍
Selain kedua tema foto tsb, untuk tiga tema lainnya yaitu Rumah Adat, Pusat Benda Bersejarah, dan Keseharian di Dermaga itu diadakan dalam bentuk rally foto di hari pertama. Jadi fotografer sebanyak ratusan peserta tersebut dibagi menjadi 5 kelompok agar mudah dalam proses rally foto. Dan saya memilih tim satu untuk saya ikuti kegiatannya. 😎 Untuk lokasi pertama, tim satu ke rumah adat dulu, kemudian setelah selesai ke tempat benda besejarah, dan terakhir ke dermaga. Diantara lokasi tsb, saya paling suka di dermaga karena suasananya itu sangat adem dan jujur saya sangat menikmati perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya selama di area Benteng Somba Opu. πŸ˜†

Sharing Session

Sharing session yang diadakan di acara ini ada dua macam. Sebenarnya sih ada lebih dari dua, tapi saya tidak sempat mengikutinya selain dua sharing tadi tersebut. Adapun sharing yang saya ikuti adalah sharing dari HP, yakni brand printer dan sharing mengenai Food Photography. Kedua sharing tersebut sangat mengedukasi. πŸ˜‡ Kalau dari sharing brand HP saya jadi tahu bahwa HP bisa membuat cetakan foto yang sangat tajam, dari sharing Food Photography saya mendapat banyak ilmu terutama mengenai Mengkomersilkan Hasil Foto Kita. Kak Geta yang membawakan materi sempat membocorkan nilai foto yang bisa dihasilkan jika bergelut di dunia fotografi komersil bisa mencapai puluhan juta. So, thank you for Sandhy Geta yang merupakan owner sekaligus photographer dari Geta Multimedia Indonesia atas sharing-nya di event tersebut. 😊
Pokoknya ini semua sesi yang dibawakan pada acara ini keren-keren. Ilmunya dapat, bahkan fun-nya juga dapat. Jadi banyak kenal fotografer di Makassar saat acara ini termasuk mantan ketua regional Kaskus Makassar yaitu Om Ciwang. πŸ˜€
Posting Komentar