Minggu, 02 April 2017

Keseruan di FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017

Tanggal 29 Maret 2017, FEMME and Celebes Beauty Fashion Week kembali digelar untuk yang ke 12 kalinya di Makassar. Adapun tempat yang dipilih oleh 3 Pro Entertainment selaku EO adalah Hotel Four Points by Sheraton Makassar di Jl. Landak Baru No. 130. Karena saya sebelumnya tidak pernah mendatangi acara ini di tahun-tahun sebelumnya, tentu saya sangat bersemangat ketika saya mendapat undangan sebagai blogger di acara ini. Apalagi saat saya mengikuti acara jalan sehat yang diadakan oleh FEMME kemarin, saya jadi penasaran, akan seperti apakah eventnya nanti. πŸ˜€
Oke, mungkin bagi yang belum tahu sama seperti saya yang baru kenal, FEMME and Celebes Beauty Fashion Week ini adalah International Women Exhibition, persembahan 3 Production yang merupakan acara tahunan dan kehadirannya selalu ditunggu. Masuk ke tahun 12, FEMME telah memberikan warna tersendiri bagi perkembangan fashion di Indonesia Timur. Penyelenggaraan FEMME ini bahkan telah sukses menjadi barometer perkembangan industri fashion tanah air untuk menjadi tren di negeri sendiri. FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017 ini nantinya akan menjadi perayaan budaya dengan memanfaatkan kearifan budaya lokal dalam masa kini dan masa yang akan datang. 😊 Oleh karena itu di tahun ini, FEMME and CBFW mengusung tema "Generation of Culture" dengan menghadirkan 300 lebih brand, 20 brand artis, 50 designer nasional, 15 designer lokal, 2 panggung, dan 15 fashion show. Untuk waktunya, acara ini diselenggarakan mulai dari 29 Maret 2017 hingga 2 April 2017. πŸ˜†

Opening Ceremony FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017

Di hari pertama, Rabu 29 Maret 2017 dilangsungkan opening ceremony dengan traditional contemporer sebagai dresscode-nya. Jujur saja saya kelabakan mencari pakaian yang tepat untuk saya kenakan di hari itu. Saya pinjam sana sini tapi ujung-ujungnya malah mengenakan pakaian saya sendiri dengan ala kadarnya. πŸ˜– Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA, saya dan kak Ayu masih dalam perjalanan menuju lokasi. By the way saya ke lokasi berdua bareng kak Ayu. Saya panik sejadi-jadinya karena takut terlambat. Apalagi menurut info jika acara sudah dimulai, maka pintu masuk akan ditutup dan peserta tidak dipersilahkan masuk. Tapi akhirnya alhamdulillah, sampai di lokasi ternyata masih banyak kursi yang kosong. Itu artinya apa? Yaph, opening ceremony-nya belum dimulai. πŸ˜‰
Masuk ruangan, saya dan kak Ayu sudah disapa duluan oleh teman blogger yang lain. Alhamdulillah kursi dalam ruangan sudah disediakan lengkap dengan goodie bag yang berisikan eyeliner. 😚 Alhamdulillah lagi. Padahal nih yah, awalnya saya hampir saja tidak kebagian eyeliner karena stoknya yang terbatas. Beruntung banyak peserta yang belum datang, hingga akhirnya saya menukar goodie bag saya yang eyeliner-nya kosong dengan goodie bag yang ada eyeliner-nya. Dasar tidak mau rugi. 😝 Tidak lama kemudian, acarapun dimulai. Lampu dimatikan, kemudian muncul dua orang perempuan berbaju bodo membawa sebuah Lipa' Sa'be yang merupakan sarung khas Sulawesi sambil diiringi musik tradisional. Setelah itu muncullah penari-penari yang menampilkan performance mereka dengan diiringi musik yang bertema traditional contemporer pula. Saya benar-benar terpukau akan pertunjukan yang dipersembahkan oleh penari-penari tersebut. Tari-tarian selesai, sambutanpun dimulai. 😎
Sambutan diisi oleh Ibu Ica AZ Lili selaku Chair Women FEMME, lalu dilanjutkan dengan Primantono Gunawan selaku PJS Pinwil Bank BRI, hingga Drg. Ayunsri Harahap Syahrul yang tak lain adalah istri dari Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo juga turut memberi sambutan selaku Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan. Sambutan selesai, Ibu Ayunsri Harahap pun memencet tombol sebagai access scenning untuk meresmikan acara ini yang ditemani bersama tokoh-tokoh penting Makassar lainnya seperti ketua IWAPI Sulsel. πŸ˜‡
Pembukaan selesai, masuklah ke sesi fashion show yang mempersembahkan rancangan busana dari designer Priyo Oktaviano dan Ibu Ida Noer Harris. Para model muncul satu per satu dengan busana kece yang dikenakan. Ditambah dengan kemunculan model profesional yang cukup dikenal oleh masyarakat tanah air yaitu Sarah Azka dan Yuke, saya jadi makin terhipnotis dengan performance yang ditampilkan. 😎

Sosialisasi Tata Laksana Rumah Tangga "Etika Berbusana"

Saya berangkat sendirian ke FEMME hari itu, tanggal 30 Maret 2017. Tiba di lokasi, jam sudah menunjukkan pukul 12.00 dini hari. Saya langsung menuju panggung utama, dan acara yang sedang berlangsung adalah acara Sosialisasi Tata Laksana Rumah Tangga Etika Berbusana. Jadi, acara ini merupakan program kerja Pokja III TP. PKK Kota Makassar di tahun 2017 yang diadakan dalam bentuk kompetisi. Saya langsung mengambil posisi yang terbaik untuk duduk menyaksikan pertunjukannya. Tau-tau saya duduk, kak Ery yang juga teman blogger saya menyapa dari belakang. Saya cukup kaget. Melihat ke belakang, ternyata kak Ery membawa pasukan keluarganya buat belanja di FEMME ini. OMG. Begitulah ibu-ibu, yang namanya penampilan, pasti selalu diprioritaskan. 😝
Ketua TP PKK Kota Makassar Indira Yusuf Ismail hadir membuka kegiatan itu dan menyatakan bangga karena Ibu-Ibu PKK sekota Makassar begitu multi talent. Sayapun yang hadir diacara itu cukup terhibur dengan persembahan Ibu-Ibu PKK yang mempresentasikan materi Etika Berbusana dan kemudian dilanjutkan dengan peragaan fashion show. Memang keren sih ibu-ibu ini. πŸ’ͺ

Top Model Cilik FEMME 2017

Bukan hanya menampilkan model-model dewasa pada fashion show-nya, namum 3 Pro Entertainment juga turut menampilkan anak-anak dalam fashion show yang diselenggarakan dalam bentuk kompetisi. Saya yang agak telat masuk ruangan, langsung terhipnotis dengan kecentilan anak-anak yang berlenggak-lenggok diatas catwalk. Benar-benar lucu. Beruntung di acara ini saya sudah tidak sendiri, karena saya ditemani teman yang blogger lain yaitu kak Evhy dan kak Qiah. πŸ˜€
Model cilik ini satu per satu keluar dengan mengenakan pakaian bermotif batik. Sesekali penonton tertawa melihat aksi yang sangat menggemaskan dari model anak-anak ini. Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar mengatakan bahwa Top Model Cilik yang diadakan tahun ini bertujuan mengembangkan bakat anak-anak kota Makassar karena faktanya banyak anak yang memiliki potensi. Selain itu, dengan acara seperti ini maka anak-anak akan dapat tumbuh rasa percaya dirinya sehingga potensi yang mereka miliki bisa terasah. πŸ˜‡

Ketemu Chintami Atmanagara

Ibarat anak ayam yang ngekor sama induknya, begitulah saya dan kak Evhy di hari itu. Kak Ery  dan Kak Qiah sudah balik lebih dulu. Maka tinggallah saya berdua dengan kak Evhy sebagai blogger yang masih bertahan di venue. Kami berdua beristirahat di media lounge dan ngobrol dengan rekan-rekan media lain termasuk mas Teddy yang merupakan PR dari 3 Pro Entertainment. Pokoknya mas Teddy ini lah yang selalu meng-handle rekan-rekan media selama acara FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017 ini berlangsung. πŸ’ͺ Yang paling menarik adalah ketika saya ngobrol dengan kak Echa (jurnalis Makassar Terkini), beliau tiba-tiba mengajak kami berdua (saya dan kak Evhy) untuk ketemu dengan Mba Chintami Atmanagara buat kenalan. Siapa sih yang tidak kenal beliau? πŸ˜ƒ

Kami bertiga segera mendatangi booth Chintami Atmanagara. Setelah sampai, kak Echa memperkenalkan kami dari media blogger kepada beliau. Pertama kali lihat secara langsung ternyata orangnya benar-benar cantik. Beruntung banget saya yang punya atribut sebagai media alias blogger bisa berkesempatan langsung untuk mewawancarai beliau. Apalagi Mba Chintami ini sangat ramah bahkan terhadap pengunjung FEMME pun ikut ramah. 😊
Beliau mengatakan bahwa ini adalah ke-4 kalinya ia ke Makassar, dan kali keduanya ia ikut dalam event FEMME ini. Karena Mba Chintami mendapat kesempatan untuk menampilkan desainnya pada fashion show nanti, maka bahan busana yang akan diperlihatkan nantinya adalah yang berbahan tropical dengan 16 looks. Persiapannya tidak begitu sulit karena busananya disajikan dengan warna yang seru ditambah jeans yang sangat diminati oleh anak muda. Alhamdulillah untuk target selalu tercapai untuk kota Makassar karena orang Makassar seru-seru dan sangat cepat akrab sehingga kedekatan batin bisa terjalin dengan baik. Tahun pertama agak kesulitan karena belum mengerti betul akan selera fashion kota Makassar. Namun akhirnya di tahun kedua Mba Chintami pun sudah mengerti selera Makassar sehingga produknya selalu laku di Makassar. πŸ˜€
Setelah wawancara saya memberanikan diri untuk mengatakan kepada Mba Chintami untuk nge-vlog bareng beliau. Videonya tidak lama sih, karena hanya akan saya upload di Instagram. Alhamdulillah dengan senang hati Mba Chintami mengiyakan permintaan saya. πŸ˜†

Belanja

Sebagian besar masyarakat kalau berkunjung ke FEMME and CBFW pasti tujuan utamanya adalah belanja. πŸ˜ƒ Hehe, saya sebenarnya mau begitu juga. Sayangnya keuangan sangat menipis. Nah, walaupun saya tidak belanja, tapi saya cukup terhibur dengan menemani teman-teman blogger lain belanja yaitu kak Ayu, kak Ama, dan kak Evhy di hari ketiga, yaitu tanggal 31 Maret 2017. Jadi setelah makan siang, kak Evhy mengajak saya untuk keliling-keliling. Ternyata kak Ayu dan kak Ama juga mau ikutan bersama kami untuk melihat-lihat booth fashion. Maka jadilah kami berempat keliling di hari itu. πŸ˜€
Dan tahukah kalian apa yang terjadi? Ending-endingnya saya dan kak Evhy mendapat omelan mereka berdua (kak Ama dan kak Ayu) karena yang lebih banyak belanja adalah mereka berdua. Kata mereka, "Yang ngajak siapa, yang belanja siapa, tau-taunya yang diajak yang lebih banyak belanjaannya." Yang bikin mereka gemes mungkin karena saya dan kak Evhy malah tidak belanja sama sekali sehingga mereka agak gimanah gituh. Itulah menurut saya kekurangnnya FEMME, sekali keliling, pasti rasa-rasanya ingin mampir trus beli deh. Bagaimana tidak, fashion yang dijual itu kece-kece banget. Saya sih memang dari awal keliling tidak bawa uang. Dompet malah saya amankan di tas, dan tas saya simpan di media lounge. Haha. Andaikan dompet saya bawa, pasti saya juga bisa kalap belanja disitu. Menariknya, kita juga mampir ke booth para artis yang jualan di FEMME juga lho. Salah satunya adalah Mba Delia. Kita bahkan sempat foto bareng dengan beliau. πŸ˜€

Bedah Better and Better Book

Selesai keliling, istirahat, lanjut ke acara talkshow Better and Better Book. Ini acaranya menurut saya keren banget. Apalagi buat perempuan, ini sayang banget untuk dilewatkan. Di acara ini penulisnya bagi-bagi goodie bag gratis lho untuk beberapa orang yang berani maju ke depan. Termasuk saya, karena saya orangnya tidak ingin melewatkan yang gratisan. πŸ˜„ Sekalian meet and greet dengan penulis, sekalian dapat oleh-oleh dari mereka juga.
Oh yah, untuk yang belum tahu, penulis Buku Better and Better itu adalah Rosdiana Setyaningrum, Philips Kwok, Caren Delano, Dave Hendrik dan Rachel Octavia. Kehadiran mereka berlima di acara ini selain untuk menyapa masyarakat pecinta fashion Makassar juga menjadi bagian dari kegiatan promosi buku yang mereka tulis tersebut. Konsep acaranya dikemas dengan sangat menyenangkan, karena acara ini langsung dipandu oleh Dave Hendrik. Rasa-rasanya semua masyarakat tanah air kenal dengan artis yang satu ini termasuk saya. Beliau adalah penyiar, presenter sekaligus MC yang di acara ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat senang dapat hadir di Makassar karena orang Makassar sangat ramah.
Untuk bagian pertama, Rosdiana Setyaningrum yang menulis tentang bab Character, maju kedepan untuk memaparkan garis besar yang ditulisnya dalam bab tersebut. Kata beliau, setiap orang memiliki ciri khas dan tipe karakter tertentu dan itu berhubungan dengan seperti apa caranya berfikir dan bagaimana cara dia bersikap. Kemudian beliau mengajukan pertanyaan untuk dijawab oleh peserta, "Apa itu Karakter?" Dan bagi peserta yang tahu, dipersilahkan maju kedepan. Maka majulah teman blogger saya yaitu kak Ama dan Evhy kedepan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dan tentunya, dapat goodie bag. Selamat kak Ama dan kak Evhy. πŸ˜„
Selanjutnya ada Philips Kwok yang membahas tentang bab beauty dalam pemaparannya. Tanpa pertanyaan atau apapun yang lain, beliau langsung meminta kepada peserta sebanyak 4 orang untuk maju ke depan. Sontak saya, kak Ayu, kak Ery, dan kak Awie langsung maju kedepan. Dan halooow! Yang maju semuanya blogger guys. Sampai para penulis heran ini semua blogger pada semanga-semangat semuanya. 😚 Kami ditanya satu-satu mengenai hal tersulit yang dihadapi saat mulai merias wajah. Ada yang menjawab menggambar alis, membuat eyeliner, hingga pengaplikasian foundation menurut kami cukup sulit untuk dilakukan. Kemudian ia menjelaskan bahwa dalam mengaplikasikan make up, ternyata harus mengetahui terlebih dahulu produk produknya dan kegunaan dari masing masing produk tersebut. Ia juga menambahkan bahwa setiap produk memiliki fungsinya masing dan tidak bisa di acuhkan begitu saja, ketika kita mengaplikasikan makeup karena akan mempengaruhi penampilan kita. Selain itu, Philips Kwok juga memberikan mal/ cetakan alis sebagai bonus jika membeli buku Better and Better. Sehingga yang suka ribet-ribet dalam menggambar alis akan merasa termudahkan. Dan tentunya, saya dan teman blogger lain mendapatkan goodie bag. πŸ˜†
Di sesi berikutnya, Caren Delano tampil dengan mengupas tentang bab style. Dave Handrik tampil dengan membawa maeteri mengenai bab Speak Right, hingga yang terakhir ada Rachel Octavia yang memaparkan bab attitude. Dari pemaparan mereka saya jadi sangat tertarik ingin membeli bukunya, tapi apa daya tunggu pemasukan dulu baru bisa beli. Kenapa saya sangat tertarik? Karena buku ini menurut saya benar-benar komplit yang isinya 5 topik tadi. Dan tentu dengan mengetahui isi-isinya, sehingga kita bisa mengaplikasikannya dalam keseharian kita, tentu kita akan jadi manusia yang seutuhnya sempurna banget. Walaupun memang tidak ada yang sempurna, tapi menurut saya ini keren banget. Dan para ladies, sangat bagus untuk memiliki buku ini. πŸ˜€

Fashion Show

Setelah acara meet and greet dengan lima penulis kece tadi, waktunya kembali ke stage utama karena fashion show akan segera berlangsung. Sesuai jadwal, yang akan tampil adalah brand fashion dari Motif Hawa, Sun Summit, Oki Setiana Dewi, Danjiyo Hiyoji, dan Lotuz. Yang tersisa dari kami para blogger adalah saya, kak Evhy, dan kak Awie. Kami bertiga segera mengambil posisi duduk sedekat mungkin dengan panggung utama. Tak lama kemudian, model-modelpun muncul sevara berurutan sesuai dengan brand yang dibawa masing-masing. Semuanya menurut saya fashionnya keren-keren, konsep busana yang dibawakan dari masing-masing brand itu berbeda-beda dan unik, sehingga sangat memukau saya secara pribadi.

*Foto-foto diatas bersumber dari dokumen pribadi, kak Awie dan kak Qiah
Posting Komentar