Selasa, 05 Desember 2017

Panggilan Urgent Ke Jakarta Cyinn!!!

"Pokoknya kalau proyek ini selesai, kita jalan-jalan ke Jakarta."
"Beneran ini Pak?"
"Iya Yan, kalau progressnya -10%."
"πŸ˜“πŸ˜’"


Itu adalah penggalan percakapan saya dengan Pak Ali selaku project manager kontraktor sebulan yang lalu. Yang mana pada saat itu pekerjaan di lapangan masih 2 minggu berjalan, dan saya masih terhitung sehari di kota Tarakan untuk ngawasin proyek Pematangan Lahan dan Pembuatan Pagar UPBJJ-UT Tarakan. πŸ˜€ Aturan dalam pembangunan UT (Universitas Terbuka) memang ketat. Segala spesifikasi material yang digunakan untuk kebutuhan pembangunan UT haruslah berkualitas. Selain spesifikasinya, pekerjaan pembangunannya juga harus sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Jika nantinya terjadi deviasi lebih dari -10%, bisa-bisa kita semuanya baik kontraktor dan pengawas dipanggil ke UT Pusat mempertanggungjawabkan keterlambatan pekerjaan di lapangan. πŸ˜…

For Your Information

Sedikit informasi, mungkin bagi yang awam dengan dunia konstruksi akan merasa tulisan ini rada membingungkan. Jadi sebelum kalian baca jauh kebawah, saya mau ngasih tau bahwa di dunia konstruksi ada yang namanya Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengawasan. 😊

🏠 Perencanaan
Adalah ketika si arsitek mendesain gedung/ sarana prasarana/ infrastruktur/ landscape sesuai permintaan owner selama beberapa waktu.

🏠 Pelaksanaan
Adalah ketika gedung/ sarana prasarana/ infrastruktur/ landscape yang telah didesain oleh arsitek tadi direalisasikan atau dibangun oleh kontraktor.

🏠 Pengawasan
Adalah proses mengawas pekerjaan pembangunan gedung/ sarana prasarana/ infrastruktur/ landscape yang dibangun oleh kontraktor mulai dari awal pembangunan hingga selesai. Intinya pengawas itu bertindak sebagai mediator antara perencana, owner dengan kontraktor.

Untuk kasus di proyek Pematangan Lahan dan Pembuatan Pagar UPBJJ-UT Tarakan ini :
OWNER-nya adalah UPBJJ-UT Pusat di Tangerang Selatan dan UPBJJ-UT Tarakan
PERENCANA-nya adalah Sukma Lestari Consultant Engineering
PELAKSANA-nya atau Kontraktornya adalah CV. Andita Karya
PENGAWASAN-nya adalah CV. Mandar Masagena Malaqbi

Saya sendiri berada di bendera CV. Mandar Masagena Malaqbi sebagai pengawas bersama Irsal.

Oke, Back to Topic...

Sebulan berjalan setelah kejadian itu, progress dari pekerjaan kontraktor mengalami penurunan. Awalnya -5% dari rencana, kemudian di minggu berikutnya jadi -15%, hingga kemudian -17%. Sudah lebih -10% coyyy. Saya panik banget. πŸ˜– Seumur-umur jadi pengawas, saya baru kali ini ngawas dengan deviasinya lebih dari -10%. Perkataan Pak Ali tempo hari menjadi kenyataan. "Semuanya ke Jakarta karena progress yang lebih dari -10%." 😫

Baca : Seminggu di Tarakan Ngapain Aja?

Waduuh! Ini mah memalukan namanya. Memang sih, saya dari dulu pengen banget ke Jakarta jalan-jalan karena selama ini saya ke Jakarta-nya hanya sebatas transit. Tapi ngga gini juga caranya. Sedih banget yaa. 😭

27 November 2017 - Ketemu Sopir Jutek

Saya, Adit (Site Manager Kontaktor), Pak Ali (Project Manager Kontraktor), dan Dayat (Ajudan Pak Ali) sama-sama berangkat ke Jakarta. Pesawat take off pukul 19.20 WITA dari Tarakan. Dan kami tiba di Bandara Soekarno Hatta pukul 21.00 WIB. Sampai di Bandara, kami masih nunggu Pak Deni (Direkturnya Kontraktor) kurang lebih 30 menit karena Pak Deni ngga berangkat bareng kami dari Tarakan. Beliau berangkatnya justru dari Samarinda menuju Jakarta. 😊

Baca : GO-BOX Hadir di Makassar, Pindahan Jadi Lebih Mudah

Saya ngga tau persis malam itu posisinya udah jam berapa saat kami turun dari mobil GoCar or Grab. Kami turunnya bukan karena udah ketemu dengan hotel tujuan kami, melainkan karena udah ngga pengen merepotkan si Bapak Sopir akan hotel yang di google maps ada, tapi di dunia nyatanya malah ngga ada. πŸ˜“ Yah, saat tiba di lokasi hotelnya memang tidak ada. Mau dicari kemana, kami dan sopirnya juga ngga tau. 😒 Ditambah dengan pembawaan sopirnya yang jutek, maka jadilah kami minta diturunin di McD yang ngga jauh dari lokasi itu, sekalian kami juga pengen makan malam.

4 Orang Dari Kontraktor Ini Jadi Bodyguard Saya Selama di Jakarta

Adit order mobil yang lain lagi setelah selesai makan. Ini prosesnya panjang lho yah, ngga sesingkat saya nulis kejadian ini dalam kata-kata. Ada banyak space waktu yang kami pakai untuk berunding dan menunggu transportasi online dan hotel itu datang dan selesai masalahanya, tapi ujung-ujungnya datang ngga sesuai harapan. πŸ˜‘ Hingga akhirnya,  setelah mobil tiba kami minta ke sopirnya untuk di antar ke hotel atau penginapan yang deket dari Universitas Terbuka. Nyari di aplikasi bookingan hotel udah ngga mempan. πŸ˜‚ Kami diantar ke daerah Pondok Cabe Tangerang Selatan yang merupakan daerah Universitas Terbuka berada. Dan yang terjadi adalah kami ngga menemukan hotel satupun di daerah itu pemirsaah. 😭 Kalaupun ada, yah kamarnya udah full. 😩 Sampai akhirnya karena udah capek keliling-keliling nyari penginapan yang deket dengan UT, Pak Ali pun minta ke sopirnya untuk di antar ke UT Pusat aja sebagai jalan keluar terakhir. Untung sopirnya baek banget, 😘 beda dengan sopir yang pertama. πŸ˜’ Di UT Pusat sebenarnya ada wisma. Cuma saya ngga begitu tau kenapa orang kontraktor ini pada ngga mau nginap di wisma itu. Nah karena situasinya kami udah ngga nemu hotel sama sekali, maka dengan terpaksa wisma UT lah yang menjadi pilihan. πŸ˜‚

Penampakan Kamar Saya di Wisma UT AKA Hotel UT

Mendengar kata wisma, saya berpikir kamarnya pasti biasa aja. Tapi ternyata dugaan saya salah. Karena wisma UT itu persis seperti hotel. 😱 Kawasan UT Pusat itu memang luas, bersih, rapi deh pokoknya. Saat pertama kali ngeliat wisma UT, jujur saya kayak ngga percaya gitu. Karena wisma itu menurut saya terlalu megah untuk seukuran universitas. Hmm, apa mungkin sayanya saja kali ya yang katro? πŸ˜‚ Bodo amatlah. Intinya saya bisa istrahat di wisma UT malam itu juga. Tepatnya di Wisma 2. 😁

28 November 2017 - Hari H Presentasi

Pukul 08.00 WIB
Pagi pukul 08.00 saya sarapan di lantai 1 sama Adit, sambil menunggu yang lain turun sarapan. Abis sarapan kami langsung mengerjakan bahan presentasi. Di sela-sela mengerjakan presentasi itu, saya ketemu dengan senior saya Kak Immang yang ngawas di UT Sorong. πŸ˜ƒ Jadi yang dipanggil menghadap UT Pusat itu bukan cuma dari UT Tarakan, tapi juga dari UT Sorong dan UT Palangkaraya. Saya ketemu Kak Immang ngga lama sih karena Kak Immang perlu mempersiapkan presentasinya juga. Tapi yang pasti saya berasa jadi lebih agak ringan gitu perasaannya soalnya UT Tarakan ngga dibantai sendirian. πŸ˜‚πŸ‘

Baca : Bersyukur Bersyukur Bersyukur

Menjelang siang, Pak Firman (Ketua Pokja UT Pusat) manggil kami untuk ke ruangan beliau. Saya bingung kenapa dipanggilnya cepet banget ke ruangannya sementara waktu rapat yang tertera di undangan itu pukul 16.00. πŸ˜• Karena bahan presentasinya belum selesai, yah kami masih tetap melanjutkan mengerjakan bahan presentasi itu. Setelah selesai, barulah kami semua menuju ruangan Pak Firman. πŸ˜…

Pukul 13.00 WIB
Sampai di tempat Pak Firman ternyata kita musti nunggu setengah jam lebih lagi karena ternyata Pak Firman lagi ada tamu di ruangannya. Dan tau ngga, tamu yang lagi ngobrol bareng Pak Firman itu adalah Pak Yudha, yang mana dia adalah bos saya yang ngajakin saya ngawas di Tarakan. 😱 Pengennya sih nih yah, Pak Yudha bisa ikut rapat bareng kami untuk proyek UT Tarakan ini. Eh, tapi Pak Yudha nya ngga bisa ikut karena undangan rapat itu panggilannya hanya untuk pengawas lapangan sama kontraktor. 😞

Sambil menunggu Pak Firman selesai ngobrol dengan Pak Yudha, kami makan siang di kantin UT. Saya milih makan mie ayam. Sebelum berjuang mesti makan dulu kan, supaya tenaganya kuat untuk menghadapi badai. πŸ’ͺ Setelah itu, saya bergegas ke kamar untuk check out. Saat memasukkan semua barang-barang ke tas, eh tiba-tiba saya dapat telepon dari orang wisma yang memberitahukan bahwa pembayaran harus segera diselesaikan. Nah lho! 😢 Saya langsung telepon Adit untuk datang ke wisma menyelesaikan segera pembayarannya, eh yang datang malah Pak Ali. Ternyata Adit udah mulai presentasi di ruangan Pak Firman kata Pak Ali. Waduh! 😩 Maka Pak Ali lah yang menyelesaikan administrasi pada akhirnya. Alhamdulillah deh yah, Pak Ali menyelamatkan saya setelah hampir setengah jam saya terduduk di tahan sama orang wisma ini. 😌

Pukul 16.00 WIB
Setelah tragedi itu, maka masuklah saya ke ruangan Pak Firman, yang disitu juga sudah ada Pak Anis dan Pak Fajar. Mereka bertiga ini pokoknya udah soulmate banget. Kemana-mana selalu bareng. Waktu saya ngawas di UT Palu kemarin pun masih mereka bertiga. πŸ˜… Soalnya merekalah yang merupakan tim bangunan UT. Kerjaan mereka tiap tahun keliling Indonesia, tempat dimana UT lagi dibangun. Bayangin sekarang Indonesia udah punya banyak provinsi kan? πŸ˜ƒ Dan pasti semua gedung-gedung itu akan ada yang namanya renovasi, atau ngga membangun yang baru untuk provinsi yang baru diresmikan. Nah tugas mereka adalah mengontrol pembangunan itu semua. Hebat yaa. πŸ˜„

Baca : Rencana Allah Memang Indah

Presentasi dimulai. Adit mempresentasikan keadaan di lapangan di depan kami semua. Pokoknya semua dijelaskan mengenai faktor keterlambatan pekerjaan di lapangan itu karena apa. 😊 Kontraktor sampai melampirkan data curah hujan kota Tarakan dari BMKG kota Tarakan karena faktor utama keterlambatan pekerjaan kami adalah masalah cuaca. Selain itu, dipaparkan juga faktor keterlambatan lain seperti masalah pembuangan, kemudian material besi, dan lain-lainnya. πŸ˜‚

Masalah Yang Terjadi di Proyek Pematangan Lahan dan Pembuatan Pagar UPBJJ-UT  Tarakan

Saya jujur di ruangan ini jadinya gugup banget. πŸ˜– Sebenarnya mereka tim bangunan ini baik kok. Cuma saya aja yang terlalu panik menyikapi hal yang seperti ini. Alhasil ketika saya ditanya oleh Pak Firman secara tiba-tiba, saya jadi uring-uringan ngejawab pertanyaan beliau. 😞 Padahal pertanyaan beliau begitu simple, yaitu nanya saya masalah timbunan di lapangan udah berapa persen. πŸ˜… Ngga tau saya tiba-tiba blank. πŸ˜• Yah, tapi pada akhirnya pertanyaan Pak Firman tadi bisa terjawab semua, berikut dengan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Baca : Curcolku Selama di Ambon

Usai rapat, tim bangunan meminta kami untuk bersiap-siap memasuki rapat yang sebenarnya bersama PPK. OMG. 😱 Ternyata rapat barusan masih pemanasan. 😱😱 Yah, terjawablah sudah kenapa Pak Firman manggil kita lebih awal dari waktu rapat. Karena oh karena, rapat barusan itu ternyata masih pemanasan, yang  tujuannya untuk membekali kami mengenai apa yang harus kami sampaikan ke tim PPK.

Pukul 18.00 WIB
Pukul 18.00 kami memasuki ruang rapat sebenarnya untuk menghadap tim PPK. Jeng jeng jeng! Seperti yang dianjurkan oleh tim bangunan, kontraktor memperesentasikan hal-hal yang terjadi di lapangan yang mengakibatkan pekerjaan menjadi minus. PPK memberikan masukan mengenai pekerjaan kami, dan pekerjaan kami berhasil dimaklumi karena alasan kami logis. 😌 Mereka memberi kebijakan pekerjaan kami bisa lewat dari tanggal kontrak, namun tidak lewat dari bulan kontrak tersebut. Alhamdulillah yah. Kami semua pada akhirnya keluar ruangan dengan wajah lega. 😌

Pas keluar ruangan, saya ketemu dengan Project Manager UT Palu. πŸ˜‚ Ternyata kontraktor UT Palu kemarin, sekarang ngerjain proyek UT di Palangkaraya. πŸ˜‚

Pukul 20.00 WIB
Kami keluar dari UT Pusat menuju daerah Mangga Besar. Kami berencana untuk nginap di hotel daerah sana supaya pas ke bandara, jaraknya ngga begitu jauh. Yang melelahkan adalah hotel yang kami ingin tempati di daerah itu lagi-lagi full. πŸ˜“ Kami jalan kaki dari hotel satu ke hotel lainnya demi bisa  mendapatakan hotel yang cocok dan bisa beristirahat sempurna. Ada 3 hotel yang kami datangi dan itu full. Tepatnya tipe kamar yang ingin kami order udah full. πŸ˜” Sampai akhirnya kami nemu Hotel California, yang lhamdulillah tipe kamar yang kami inginkan itu ada. 😌

Saya langsung masuk kamar dan istirahat total. Saya mandi, bersih-bersih sebelum tidur, oh yah, dan tak lupa pesen makanan hotel buat diantarin ke kamar karena posisinya saya udah capek banget.  😩 Malas untuk keluar kamar. πŸ˜‚ Dan setelah makan, saya tidur deh. Soalnya keesokan harinya saya musti balik ke Tarakan lagi.

29 November 2017 - Back to Tarakan

Saya bangun pagi dan segera sarapan di lantai 1 hotel bareng Adit, Dayat, Pak Ali, dan Pak Deni pukul 08.00. Setelah itu, jam 09.00 saya berangkat ke bandara Soekarno Hatta karena pesawatnya take off pukul 12.00. Saya pulangnya sendiri guys. πŸ˜” Adit rencana pulang ke Tarakan keesokan harinya. Sementara Pak Deni dan Pak Ali pulangnya ke Samarinda. Kenapa saya ngga bareng Adit aja pulangnya? Itu karena saya ngga mau merepotkan kontraktor.  😎 Kalau saya masih di Jakarta hari itu dan nunggu pulang ke Tarakan bareng Adit, tentu uang hotel saya pasti akan dibayari oleh kontraktor lagi. Sementara urusan kerjaan udah selesai. 😌 Padahal nih yah, kalau mau saya bisa-bisa aja sih minta istirahat sehari di Jakarta untuk jalan-jalan. Tapi itu ngga saya lakukan demi hati nurani. Tsaaah! πŸ˜‚ Yah, juga demi keprofesionalitasan seorang Chief Inspector, 😎 saya memilih untuk pulang cepet. Alhamdulillah pesawatnya delay sejam. πŸ˜‚

Suasana di Ruang Tunggu Bandara Soekarno Hatta

Saya tiba di Tarakan pukul 18.00 setelah sebelumnya saya transit di Balikpapan. Seperti biasa, partner saya Irsal datang menjemput di Bandara dan kita sama-sama balik ke kontrakan. Saya langsung tepar pas nyampe kamar kontrakan. πŸ™πŸ™

Update 3 Desember - Terhindar Dari Musibah Pesawat Mabuk

Oh iya, saya setelah denger cerita Adit kemarin, saya merasa bersyukur banget lho pulang ke Tarakan cepet dan ngga bareng Adit. Kenapa? Karena ternyata pesawat yang dinaikin Adit sampe delay 3 jam dan ngalamin turbulensi parah. 😱 Cuaca hujannya buruk banget saat itu. Adit yang orangnya ngga takut sama sekali naik pesawat, pas naik pesawat itu sampe muntah katanya karena pesawatnya naik turun parah. 😱😱 Orang-orang di pesawat katanya sampe teriak-teriak. 😱😱😱 Ya Allah, saya ngga tau gimana jadinya saya kalau satu pesawat sama Adit kemarin. 😭 Rasa sedih karena ngga sempet jalan-jalan di Jakarta jadi lebih bisa saya terima karena kejadian pesawat Adit itu. Saya sangat bersyukur, hikmahnya ternyata seperti ini. 😌 Saya memang takut banget naik pesawat sejak pemberitaan kecelakaan pesawat sering muncul di tv. Kalau di Pesawat, dalam hati sepanjang perjalanan saya selalu baca ayat kursi sampe ke surah-surah yang saya hafal. Zikir juga selalu saya gumamkan dalam hati. Itu semua karena saya parnoan banget. Hmm, pokoknya saya lega banget deh sejak hari itu. Makasih banget Allah udah ngatur semuanya. πŸ™πŸ™πŸ™
Posting Komentar