Rabu, 04 Oktober 2017

Curcol : Ngajar, Gath, Event, DED, Handphone. Random Deh!!

Tadi malam rencana mau nginap di kantor setelah pulang ngajar desain di Warung Menantu. Tapi rencana nginap itu dibatalkan karena tiba-tiba Siti (teman kantor yang ingin menginap juga) kurang enak badan. Ngga mungkin kan, saya nginap seorang diri di kantor? Oleh karena itu setelah ngajar saya langsung cuss pulang ke rumah.

Oh yah, materi yang saya ajarkan semalam kepada 2 murid saya yang ganteng itu adalah membuat flyer profesional. Modul bahannya alhamdulillah sudah di set oleh om Baco sehingga saya hanya tinggal mengawasi proses pembuatan flyer tsb oleh mereka berdua. Saya tiba-tiba teringat akan gathering Makassar Event untuk minggu depan. Saya bingung akan memakai lokasi dimana berhubung cafe Dstroom yang awalnya menjadi planning tidak bisa menyediakan fasilitas proyektor. Saya coba tanya ke 2 murid saya itu, dan ternyata mereka menyarankan saya untuk menggunakan cafe Mang Uwo di Jl. Faisal.

Saya segera memberitahukan Sri untuk menghubungi pihak cafe Mang Uwo. Beruntung kak Ridho (murid saya) meringankan beban kami (Makassar Event) untuk memakai fasilitas cafe Mang Uwo yang penting saya mengatasnamakan diri saya sebagai temannya Ridho. "Bilang saja temannya Ridho" itu katanya. Alhamdulillah. :)

Sembari saya melakukan kegiatan ajar mengajar, kak Ilham datang juga ke Warung Menantu untuk mendiskusikan event nasional itu. Hm, pokoknya project kami di Desember ini masih rahasia. Saya, kak Ilham, dan om Baco mendiskusikan mengenai event ini bertiga. Saya sudah diberi draftnya dan akan mengisi form tersebut sesuai kapasitas saya.

Pulang dari Warung Menantu saya sempat ngobrol dengan Ai di Whatsap, kemudian lanjut ngobrol sama kak Erik di telepon. Hm, masih nebeng telepon sih. Handphone saya masih hilang dan saya belum punya handphone baru. Saya minta tolong ke kak Erik untuk dibimbing mengenai event ini. Yah saya kan masih newbie banget sementara kak Erik udah punya pengalaman banyak. Jadi kak Erik memberikan penjelasan dan memberikan arahan ke saya supaya saya mudah dalam merealisasikan event itu nantinya. Sayangnya saya ngga bisa lama-lama ngobrol sama kak Erik karena yang punya hape udah pengen hapenya dibalikin.

Nah, tadi ini kepala saya mumet banget. Kerjaan gambar saya sih lagi-lagi yang menjadi faktor kemumetan kepala saya. Ditambah masalah handphone yang belum ada. Masalahnya adalah, karena saya ngga ingin beli handphone yang biasa. Saya sadar, dengan seringnya saya aktif di komunitas dan seringnya diundang kemana-mana, dibayar setelah ngepost ini dan itu, saya musti punya handphone yang punya spek bagus. Hati saya melirik merek ehm. Ada deh. Entah bagaimana caranya, selama masih halal, saya pengen punya handphone itu. Kan rugi banget kalo saya beli handphonenya standar, sementara kerjaan sering nuntut untuk produk yang saya hasilkan profesional. Yah, mungkin saya yang lebay karena pengen banget punya handphone itu. Whatever apa kata orang. Yang jelas saya bakalan beli itu dengan uang hasil keringat saya sendiri. Aamin.

Kantor Jl. Kelapa III Makassar
4 Oktober 2017, 17.44
Posting Komentar