Sabtu, 12 Agustus 2017

Opening Chung Gi Wa, Restoran Korea Terlengkap di Makassar

Dulu saya ingat banget waktu saya masih kerja di Batam, saya pernah diajak (baca: ditraktir) makan makanan Jepang oleh salah seorang rekan kerja saya yang bernama Nancy. Inilah kali pertama saya mencicipi makanan Jepang. Waktu itu kami bertiga, dengan satu orang teman lagi namanya Desma, makan di Sushi Tei. Sejak diajak makan makanan seperti itu, saya jadi ketagihan untuk mencoba makanan dari luar negeri lainnya. Termasuk negara India pun sudah kita coba waktu itu. Apalagi waktu itu juga drama korea banyak melanda kaum anak muda sehingga saya pribadi jadinya pengen banget makan makanan korea juga.


Baca : Berburu Makanan India

Alhamdulillah 2 tahun kemudian, wahaha, lama bener yaak. πŸ˜… Entah dengan jalan Allah yang Maha Sempurna mengatur rencana, 3 Agustus 2017 Makassar Event mendapat undangan dari pihak Mall Phinisi Point untuk hadir pada opening Restoran Chung Gi Wa, yakni Restoran Korea terlengkap di Makassar. Restoran ini terkenal dengan barbequenya dan secara perdana membuka cabang di kota kita tercinta setelah sebelumnya membuka 15 outletnya di kota besar Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang.

Jujur saja, saat mendapat undangan opening restoran tersebut saya jadi galau. Kenapa? Karena situasinya saat itu saya sedang kerja, sementara hari dimana restoran itu dilaunching, adalah hari kerja. Dalam hati saya pengen banget kesana karena kapan lagi saya bisa rasain makanan korea mahal secara gratis kan? Hehe. Kesempatannya kan langka banget ya? Alhasil, saya chat bos saya di kantor untuk minta izin keluar sebentar memenuhi undangan. Beruntung bos saya mengizinkan, karena jadwal di undangan opening mulai pukul 11.30 - selesai yang mana jam tersebut adalah jam istirahat. Saya senaaang sekali. Saya janji sama bos untuk balik ke kantor siang jam 2. Dan tentunya bos saya yang super baik yaitu Pak Thalib mengizinkan saya. Asyiiiik.

Tampak Depan Restoran Chung Gi Wa di Mall Phinisi Point Makassar

Saya berangkat ke Mall PIPO dijemput oleh Sri yang merupakan bagian dari media Makassar Event, di depan Pisang Goreng Nugget Pettarani. Alhamdulillah sampai di lokasi ternyata saya dan Sri tidak telat sama sekali. Malah, kami sempat berbincang-bincang sebentar dengan beberapa media-media beken di Makassar seperti Fajar, Tribun, Amanah, bahkan Makassar Update sekalipun. Sambil menunggu makanan dihidangkan oleh chef beserta pelayannya, saya sibuk mengabadikan gambar dan merekam video untuk saya publish di Makassar Event setelah acara ini berakhir.

Tak lama kemudian makanan satu per satu datang. Jujur, saya tidak mengerti apa saja jenis makanan yang diletakkan oleh pelayan di atas meja saya. Bahkan, urutan makannyapun saya tidak mengerti karena saking banyaknya makanan yang disediakan di meja makan. Tapi bodo amat. Saya yang semeja dengan rekan media lainnya, langsung membabat habis makanan yang ada di atas meja. Saya sempat diskusi ke mereka bagaimana tutorial makannya. πŸ˜… Tapi mereka bilang, sudaaaah, sikat saja. Yaah, karena jawabannya seperti itu saya sikat juga makanannya.

Bersama Rekan Media Makassar

Sumpah, ngga bohong ini makanan koreanya enaaaak banget. Saya yang nulis tulisan ini masih terbayang lho makanan-makanan disana yang entah apa namanya. Sekilas media ada yang bertanya kepada manager resto tersebut sambil menunjuk ke salah satu makanan, "Ini harganya berapa?" Dengan segera manager itu menjawab,"Ini 200ribu per porsi." Hammaaaaak, saya kaget luar binasa dalam hati karena porsi yang menurut saya ngga begitu banyak (porsi yang lumayan) itu harganya mahal bangeeet. Bagaimana kalau semua? Pikir saja sendiri. Karena begitu banyak varian makanan yang disajikan dan saya bersama teman-teman media bisa mencicipi makanan itu secara gratis. Wiiih, bersyukur bangeeet yah.

Mungkin buat kamu yang ragu akan kehalalan makanan ini, kamu ngga usah khawatir. Karena bahan-bahan makanannya dimodifikasi dan diganti menjadi bahan makanan yang halal. Jadi siapapun bisa banget mencoba makanan di restoran Chung Gi Wa ini. Bagaimana mengenai cita rasanya? Apakah berkurang karena bahan-bahan makanannya diganti? Tenaaang, cita rasanya tetap tidak berkurang. Varian menu yang tersedia tetap sesuai dengan karakter asli makanan korea yang kental dengan aneka bumbu apalagi chefnya asli dari korea lho.

Bersama Rekan Media Fajar di Mall PIPO

Bersama Rekan Media Amanah di Mall PIPO

Setelah saya browsing di internet, berikut beberapa menu makanan yang disajikan oleh Restoran Chung Gi Wa  beserta harganya:

  1. Bul Galbi dengan satu porsi satu potong daging, potongan tulang rusuk daging sapi yang diasinkan serta dipanggang harganya 245 Ribu Rupiah
  2. Wang Galbi dengan porsi daging dipanggang harganya 245 Ribu Rupiah
  3. Jumuluk dengan rusuk pendek yang dibumbui khas korea 175 Ribu Rupiah
  4. Usol dengan menggunakan bagian lidah sapi harganya 97 Ribu Rupiah
  5. Wagyu dengan satu porsi satu potong menggunakan daging sapi dan ras wagyu yang bercorak seperti marmer harganya 245 Ribu Rupiah
  6. Bulgogi Bakar dengan olahan daging khas Korea harganya 87 Ribu Rupiah
  7. Yukhwe dengan daging mentah, telur mentah dan buah pir harganya 150 Ribu Rupiah
  8. Usamgyeop dengan daging yang diberi saus manis harganya 120 Ribu Rupiah
  9. Kimchi Jeongol dengan sup pedas menggunakan daging sapi, tahu, bawang, lada merah dan hijau. Bisa disantap dua hingga tiga orang harganya 165 Ribu Rupiah
  10. Chadol Doenjang Jjigae dengan sup khas Korea menggunakan kedelai, tahu, sayuran dan daging harganya 98 Ribu Rupiah


Posting Komentar