Kamis, 06 April 2017

Hari Terakhir FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017

Kalau kemarin saya sudah nulis mengenai keseruan saya di FEMME dari hari pertama sampai hari ketiga, kali ini saya mau nulis mengenai keseruan saya tentunya bersama teman-teman blogger di hari terakhir, yaitu di hari kelima, Minggu 2 April 2017. Seperti biasa, sore itu saya bersama kak Ayu berangkat menuju Hotel Four Points di Landak Baru yang merupakan lokasi FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017. Dengan kondisi yang jalanan yang begitu basah dan becek, πŸ˜“ kami tetap berusaha untuk cepat sampai di tujuan karena sesuai jadwal, konferensi pers Ivan Gunawan dan Hengki Kawilarang akan dilangsungkan.
Sebagai blogger, tentunya kami tidak mau ketinggalan dong dengan agenda acara ini. Saking buru-burunya ingin cepat sampai di tujuan, ID Card Media saya ketinggalan di kost. Tapi beruntung kak Ayu mendapat invitation untuk akses free ke acara FEMME sehingga ID Card medianya bisa saya pakai. So, thanks buat kak Ayu. 😘

Koferensi Pers Ivan Gunawan dan Hengki Kawilarang

Tiba di lokasi ternyata konferensi pers Ivan Gunawan dan Hengki Kawilarang sedang berlangsung. Untungnya, kami masih sempat menyaksikan penyampaian dari dua designer keren ini. 😌 Dalam sesi tsb Ivan Gunawan menyatakan bahwa ia akan mempersembahkan busana dengan tema Dragonfly pada closing ceremony nanti pukul 19.00. Mengapa dragonfly? Karena menurutnya dragonfly adalah simbol perubahan seperti perubahan pandangan hidup bahkan perubahan emosi untuk menjadi lebih dewasa. Oleh karenanya, koleksi yang akan ditampilan adalah koleksi busana yang bernuansa melankolis, dan romantic dengan kombinasi seru, drama, sedikit gotik, dan tegas. Bahkan, warna yang dipergunakan ada hitam putih, abu-abu, dan marun dengan total koleksi sebanyak 18. πŸ˜€
Ivan Gunawan juga melanjutkan mengenai persembahannya saat siang tadi terkait brand Jajaka. Ia mengatakan bahwa Jajaka yang ditampilkannya, merupakan brand yang sangat playfull, santai, dan ia menggunakan batik tapi dengan motif yang tidak ada filosofinya. πŸ‘ Mengapa? Karena ia paling takut memotong sebuah filosofi. "Batik itu kan banyak kain-kain yang ada ceritanya, sejarahnya, dan ada maknanya. Tapi di koleksi Jajaka yang busananya santai, saya selalu menggunakan batik tanpa arti karena saya tidak mau kalau satu makna itu diputus." jelas Ivan. πŸ’™ Dan menurutnya, garis merupakan suatu motif yang tidak akan pernah membosankan. "Jadi, kalau misalkan ada pakaian yang ada motif batik, ketemu garis, dan ketemu polos juga, ditabrak segala macam, kalau kita berani, kita seru, pasti jadinya akan nyambung. Intinya, fashion itu adalah sesuatu yang harus dicoba, dipakai, lalu dilihat hasil akhirnya seperti apa." πŸ˜„

"Penjualan Jajaka mulai dari kemarin di FEMME itu sudah ada sampai 70 Juta Rupiah. Dan itu sangat bagus. Animo masyarakat Makassar sangat bagus." sambung Ivan. Menurutnya, membuat suatu event di Makassar itu tidak pernah rugi karena orang-orang Makassar menurutnya demen gaya, demen tampil. Apalagi Makassar merupakan kota yang daya jualnya juga cukup tinggi. Melihat peluang itu, maka Insya Allah setelah lebaran nanti Ivan akan buka toko busana muslim pertamanya di kota Makassar dengan brand Manja. Dan brand ini serentak akan dibuka di 6 kota besar di Indonesia, salah satunya di Makassar. 😍
Adapun Hengki Kawilarang menyatakan bahwa ia banyak memiliki klien dari Makassar bahkan kota Makassar merupakan kota dengan penyumbang terbesar untuk brand-nya. πŸ’ͺ Selain itu, Ia dan Ivan juga bersyukur karena dengan adanya banyak desainer Indonesia yang berbakat, menggarap kain tradisional itu tentu akan menjadikan sentuhan etnik yang modern. Jika tidak ada sentuhan tradisional, mungkin kain tradisional hanya akan jadi bawahan kain sarung yang sangat membosankan. Buktinya, pernah Ivan Gunawan menggarap tenun toraja dan dibawa oleh Miss Universe. Bahkan motifnya juga pernah dibawa ke LA Fashion Week dengan brand Jajaka. πŸ˜€

Closing Ceremony FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017

Setelah konferensi pers berakhir, sambil menunggu puncak acara FEMME yaitu closing ceremony, saya beristirahat di media lounge bersama media lain. Tentu saja sambil menunggu teman blogger lainnya datang semua, saya bersama dan beberapa teman blogger yang sudah datang dan teman media lain asyik bercerita mengenai banyak hal. Sayangnya closing ceremony yang sesuai jadwal harusnya dimulai pukul 19.00, harus molor 1 jam karena persoalan tertentu. 😩 Padahal, saya dan beberapa teman blogger sempat ke stage utama tempat acara diselenggarakan pukul 19.00, namun begitu banyak antrian pengunjung yang memadati pintu masuk sehingga akses masuknya begitu susah. Oleh karenanya, kami selaku media harus menunggu beberapa waktu sampai akhirnya Mas Teddy (PR dari 3 Pro) yang mengarahkan kami untuk masuk semuanya. Dan Alhamdulillah, kita media blogger semuanya bisa duduk dekat dengan layar. 😊
Sesi pertama di closing ceremony ini adalah sambutan. Sambutan dibawakan oleh Icha AZ Lili selaku Chair Woman FEMME 2017, kemudian Pak Ngatari selaku Pimpinan Wilayah BRI, lalu Pak Muh. Ramdhan Pomanto selaku Walikota Makassar, hingga yang terakhir Pak Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Dari sambutan-sambutan ini, akhirnya saya jadi tahu bahwa ternyata FEMME 2017 berhasil mendatangkan pengunjung sebanyak 52.000 orang dan meraup penjualan sebesar 48 Milyar Rupiah. πŸ˜ƒ Ini merupakan angka yang sangat fantastis dari tahun lalu yang berada di angka 38 Milyar Rupiah. Dengan nilai penjualan tersebut tentu FEMME dan Celebes Beauty Fashion Week akan sangat mungkin diadakan di tahun 2018 nanti. Apalagi sambutan yang disampaikan oleh Pak Walikota mengatakan bahwa Makassar merupakan kota yang sangat berpotensi untuk dikunjungi karena selain bisa mengunjungi acara FEMME, masyarakat juga bisa berwisata di banyak tempat di Makassar termasuk mencicipi kuliner khas Makassar. Bakan Pak Triawan juga menegaskan bahwa FEMME and Celebes Beauty Fashion Week ini sudah jadi icon fashion festival di Makassar. πŸ˜†
Selesai sambutan, para tokoh masyarakat di kota Makassar yang hadir pada acara penutupan ini berfoto bersama di stage utama. Dan hal yang agak mengejutkan terjadi, karena ternyata Ibu Hj. Aliyah Mustika Ilham selaku Anggota DPR RI berulang tahun di hari itu. πŸ‘ Sontak semua pengunjung beserta tokoh masyarakat tersebut menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun setelah kue ulang tahun keluar dari belakang panggung. Setelah tiup lilin, kue ulang tahun tersebut langsung diserahkan ke awak media sebagai tanda terimakasih karena telah bekerja keras selama ini meliput event FEMME and CBFW 2017. Ibu Aliyah sendiripun juga ikut senang karena bisa merayakan hari pentingnya di puncak acara FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017. 😊
Titi DJ keluar dari balik layar yang terbelah dua setelahnya. Dengan iringan musik beat, lagu berjudul Ekspresi berhasil dibawakan dengan sangat indah saat itu. πŸ˜ƒ Titi DJ yang bergaun biru desain dari Hengki Kawilarang nampak sangat anggun. Saya yang kebetulan duduk tidak jauh dari layar, dengan sangat jelas bisa melihat sosok Titi DJ secara langsung. Tidak salah, memang ia pantas disebut seorang Diva. πŸ‘ Malam itu selain Ekspresi, ia membawa 3 buah lagu lainnya seperti Cinta Adalah Kenangan, Sang Dewi dan Percayalah. Yang membuat saya bangga adalah, saat di sela-sela acara usai menyanyi Titi DJ mengatakan bahwa Makassar akan sangat mungkin akan mengalahkan Jakarta dalam dunia fashion karena atmosfer masyarakat Makassar dalam berbusana semakin bagus. 😎
Selain menghadirkan Titi DJ, adapula pertunjukan fashion show dari Ivan Gunawan dan Hengki Kawilarang. Untuk Ivan Gunawan sendiri membawa tema Dragonfly, dan Hengki Kawilarang membawa tema Couture Spring 2017. Menurut saya, 2 designer kondang ini berhasil menutup perhelatan FEMME and Celebes Beauty Fashion Week 2017 dengan sangat bagus. 😊 Tampilan busana yang dipamerkan begitu glamour, elegan, dan sangat modern walaupun ada sentuhan tradisionalnya. Dan hal ini membuktikan bahwa dengan bahan tradisional pun, busana bisa terlihat modern jika didesain dengan baik. 😊

Makan-Makan Bersama Media

Setelah acara FEMME and Celebes Beauty Fashion Week berakhir, kami dari media tiba-tiba mendapat undangan makan di Mie Titi Panakkukang tanggal 3 April 2017 pukul 19.00. Sayangnya blogger yang bisa hadir hanya saya dan kak Evhy. πŸ˜” Namun walaupun begitu, saya cukup senang karena teman-teman media lainpun mereka semuanya sangat rame. Bahkan, Pak Wawan selaku Pimpinan dari 3 Pro juga turut hadir makan bersama dengan para media di hari itu. Semuanya senang pokoknya. πŸ˜†

*Foto-foto diatas bersumber dari dokumen pribadi, kak Awie, kak Qiah, dan kak Ery
Posting Komentar