Selasa, 03 Februari 2015

Review: Me and My Bolly Hobby

Setelah buka puasa tadi di mall MTOS, aku menyempatkan ke toko buku Graha Media. Lima langkah dari pintu masuk, mataku langsung tertuju pada buku bercover kuning dengan corak khas India yang memiliki desain yang sangat ke-bollywood-an. Itulah buku “Me and My Bolly Hobby” yang ditulis oleh Mbak Isabella Fawzi yang merupakan anak sulung dari pasangan selebriti Ikang Fawzi dan Marissa Haque.

Sebelumnya, aku sangat suka dengan hal-hal yang berbau Bollywood. Jangankan film, bahkan lagu-lagunya pun kukoleksi sehingga kapasitasnya di laptopku lebih besar dibandingkan dengan lagu dari negara sendiri. Sontak dengan sumringah, aku langsung mengambil buku itu untuk dibawa ke kasir. Hehe.. Well, setelah tiba di kos, aku langsung melahap buku tsb sampai habis. And I get something cool from it.


Buku ini banyak bercerita tentang pengalaman Mbak Bella sendiri menggemari Bollywood. Bukan hanya sebatas nonton film, tapi juga belajar bahasa Hindi, tari India, sampai berteman dengan orang India yang tinggal di Indonesia. Anehnya, di keluarga Mbak Bella sendiri, hanya ia saja yang suka dengan bollywood. Padahal, darah India mengalir di kakek buyutnya.

Mbak Bella dalam bukunya juga bercerita bahwa ia memiliki passion untuk mendalami budaya India. Meski dulu waktu masih remaja masih suka malu kalau ke-gap suka India, akhirnya dengan sadar, ia berfikir “Mengapa mesti malu untuk suka dengan Bollywood?” Beruntung, Mbak Bella bergabung di JNICC (Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre), yaitu tempat untuk belajar jauh tentang kebudayaan India. Mulai dari bahasa, tarian, musik, sampai yoga. Dan disini pulalah Mbak Bella menemukan banyak teman yang memiliki ketertarikan sama dengannya.

Pengalaman gak enak pun pernah dialami selama menggemari hal-hal berbau Bollywood. Salah satunya ketika Mbak Bella ingin nonton film Bollwood di Blitz Grand Indonesia.

“Mas, saya mau nonton film di Studio X”
“Oke, berapa orang, Mbak?”
“Satu orang saja.”
“Lho! Tapi di studio ini muternya film India, Mbak.”
“Iya Mas, nggak apa-apa.” (Dalam hati 'Emang kenapa kalau film India?)

Sejak doyan sama film Bollywood, Mbak Bella sendiri memiliki banyak pengalaman mulai dari tawaran untuk difoto dan diliput oleh beberapa TV Swasta yang tertarik dengan hobinya. Mungkin banyak yang punya pendapat kalau India itu norak dan lebay. Namun, menurut Mbak Bella, justru itu kekuatannya. Ciri khas itu yang membuat mereka unik. Per tahun, produksi film disana tidak kalah sama produksi film Hollywood. So, please don't uderestimate the power of Bollywood!

Pengalaman lainnya muncul ketika Mbak Bella ditawari untuk bergabung di kepanitiaan konser Shah Rukh Khan yang diselenggarakan oleh Java Musikindo, bekerjasama dengan MD Entertainment. Tentu saja Mbak Bella sangat senang dan merasa beruntung ketika diberikan kesempatan langka itu. Keberuntungannya pun berlanjut ketika ia mendapat kesempatan untuk bertanya kepada King of Bollywood tsb. Tidak bisa dipungkiri, Mbak Bella terharu, emosional, dan alay sedikit.

Walaupun Mbak Bella belum menginjakkan kaki di India, ia tetap optimis. Untuk mengisi kekosongan itu, ia cukup senang dengan mengunjungi negara seperti Malaysia dan Singapura yang memiliki penduduk dari India yang sangat banyak. Mbak Bella juga banyak mengabiskan waktu di dua negara itu dengan berkunjung ke tempat yang khas akan India. Mulai dari restorannya, sampai bangunan ibadahnya.

Di akhir buku, Mbak Bella memberikan beberapa hal tentang India mulai dari makanannya sampai tempat favorit yang akan menjadi kunjungan wajib baginya kalau ia berhasil mewujudkan mimpinya. Selain itu, ia juga memberikan informasi tempat yang bernuansa Bollywood yang dapat ditemui di Indonesia, tepatnya di Jakarta. Tak lupa pula, playlist lagu Bollywood yang dikoleksinya pun ikut dishare karena menurutnya, belum lengkap rasanya membahas Bollywood tanpa membahas lagu-lagunya. Bagi yang penasaran sama lagu-lagunya, langsung saja beli bukunya di toko buku terdekat. Hehe..

Dari bacaan ini, aku banyak mengetahui sesuatu yang baru khususnya tentang India dan Bollywood. Dan pastinya, aku tidak takut lagi untuk mengakui kalau aku sangat menggemari hal-hal yang berbau Bollywood dan India. Ini soal passion. Just love it! Don't be shy to sayI'm a Bollywood Holic”. Semoga tulisan ini bisa menginspirasi bagi siapa saja untuk tidak malu mengakui passionnya. So, Selamat mengejar passion!
Posting Komentar