Sabtu, 07 Februari 2015

Memotivasi Diri Sendiri

Bagaimana caranya memotivasi diri sendiri? Bagaimana caranya agar tetap semangat atau termotivasi? Literatur yang membahas tentang bagaimana memotivasi diri sesungguhnya masih kurang, yang banyak justru bagaimana cara memotivasi orang lain. Bagaimana bisa memotivasi orang lain  jika dirinya sendiri belum termotivasi?

Sesungguhnya dasar motivasi manusia, hanya dua yaitu mengejar kenikmatan dan menghindar penderitaan. Meskipun dua sisi kehidupan selalu menyertai kita, penderitaan dan kenikmatan, tetapi mengapa begitu banyak orang yang kesulitan memotivasi dirinya untuk  mencapai prestasi yang gemilang baik di dunia maupun di akhirat? Padahal  motivasi bukanlah suatu resep rahasia yang hanya bisa diakses oleh orang- orang tertentu, siapa pun bisa meraih motivasi jika kita mau.


Sebelum membaca lebih jauh, perlu diketahui bahwa motivasi adalah alasan untuk bertindak. Titik tekan  dari definisi disini ialah “alasan”. Niat adalah inti dari motivasi tetapi belum mewakili makna motivasi secara keseluruhan. Niat baru salah satu dari unsur motivasi. Kembali ke definisi motivasi, yaitu alasan untuk bergerak. Pada kenyataannya banyak orang yang sudah memiliki tujuan, mereka sudah berniat untuk kaya, tetapi mengapa kebanyakan dari mereka masih juga tidak bergerak? Ini berarti ada unsur motivasi lain yang belum dimiliki oleh orang tersebut.

Unsur kedua  dari motivasi ialah harapan. Meskipun seseorang memiliki tujuan yang besar,  tetapi jika tidak memiliki harapan untuk mencapainya, maka dia tidak akan bergerak. Mereka akan berpikir, untuk apa bertindak mengejar impian jika tidak  ada harapan untuk mencapainya.

Jika niat sudah ada kemudian harapan juga sudah ada, tetapi mengapa masih  banyak yang masih belum bertindak? Ibarat sebuah mobil, apa yang menyebabkan mobil belum juga berjalan, padahal tujuan sudah ada dan harapan tercapainya tujuan tersebut juga ada? Betul, mobilnya rusak, atau mobilnya tidak bisa dijalankan. Dari analogi ini, yang menjadi alasan seseorang bertindak ialah baiknya kondisi orang tersebut. Memiliki motivasi berarti memiliki kondisi mental yang baik untuk melakukan sesuatu. Namun bagaimana pun, tetap saja, motivasi adalah sesuatu alasan yang membuat diri  kita bertindak, baik secara internal maupun eksternal.

Selain itu, ada dua tipe motivasi, yaitu motivasi dari dalam dan dari luar. Motivasi dari dalam atau disebut juga dengan intrinsic motivation adalah alasan bertindak yang muncul dari dalam diri kita, tidak peduli dengan faktor luar atau lingkungan  kita. Contoh motivasi dari dalam ialah kepuasan setelah melakukan sesuatu, padahal tidak ada orang yang memaksa, menyuruh, dan memberi dia upah. Motivasi dari dalam bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tantangan, penasaran, kendali diri, imajinasi, kompetensi, kerjasama dan penghargaan. Sedangkan motivasi dari luar, adalah alasan yang membuat seseorang bertindak datang dari luar. Misalnya gaji, bonus, promosi, dan penghargaan dari perusahaan lainnya. Tidak selalu dalam bentuk materi, dorongan semangat dari orang-orang yang disayangi juga bisa memberikan motivasi yang kuat bagi diri kita.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui karakter motivasi. Kita sering merasakan, kadang-kadang kita sangat bersemangat, kadang-kadang sebaliknya. Motivasi memang bisa naik turun. Naik turunnya motivasi tergantung dari unsur-unsur motivasi diatas, terutama kondisi. Karena kondisi kita bisa berubah-ubah maka motivasi pun bisa berubah. Jika kondisi sedang baik, maka motivasi kita juga baik. Sebaliknya jika kondisi kita jelek maka  motivasi kita akan turun.

Masih banyak lagi sebenarnya hal-hal penting selain diatas yang sangat berguna untuk mengetahui bagaimana cara memotivasi diri sendiri. Maka, untuk lebih lengkapnya, kalian bisa download sumber aslinya beserta produk-produk motivasi gratis lainnya disini.
Posting Komentar