Rabu, 04 Februari 2015

Cara Mengatur Waktu Yang Baik

Bagaimana cara mengatur waktu yang baik? You can't recycle wasted time. Jadi, hati-hati saat membagi waktu yang dimiliki. Membiarkan waktu terbuang dengan percuma bisa membuat diri keteteran menggarap hal-hal penting. Membiarkan diri menunda juga bisa membuat usaha tidak berkembang. Mengatur waktu dengan baik adalah kunci penting untuk mengharmonisasikan hidup.


Berbicara memang mudah, namun saya sendiri pernah mempraktikkannya dulu. Sewaktu saya memiliki usaha jual film murah pada saat kuliah dulu, waktu benar-benar menjadi harta termahal. Saat itu, ada buyer yang meminta saya untuk mengirimi film yang saya jual dalam jumlah yang begitu sangat banyak ke alamatnya di luar pulau, sementara saya harus mempersiapkan diri untuk ujian akhir. Akhirnya, saya terpaksa menunda pekerjaan tersebut karena ingin fokus dengan ujian akhir. Namun, setelah saya evaluasi, ternyata waktu yang tersedia saat itu cukup untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut seandainya saya tidak menhabiskan waktu dengan nonton film sebagai selingan dan berkonsentrasi mengerjakan pekerjaan saya.

Saya awalnya tidak terbiasa mengatur waktu. Bagi saya, yang penting let it flow. Namun, setelah belajar banyak dari pengalaman orang lain, saya menjadi sadar bahwa mengatur waktu itu penting. Intinya adalah kita melakukan hal-hal yang mendekatkan diri kita kepada tujuan atau target kita. Saat usaha dan kuliah, saya seharusnya lebih dulu menentukan goals atau target. Setelah mengetahui apa yang ingin dicapai, sayapun akan lebih fokus mengejarnya dan akan lebih mudah mengatur waktu serta prioritas.
Saya punya cerita unik saat saya menjalani proses ujian akhir. Waktu itu, saya membuat target untuk dapat berfoto dengan tokoh-tokoh hebat yang mampu menginspirasi banyak orang. Saya memiliki keyakinan bahwa dengan berfoto dengan orang-orang hebat, saya akan lebih termotivasi untuk menjadi orang yang lebih baik dan insya Allah menjadi orang hebat seperti tokoh-tokoh tersebut nantinya. Disamping itu, saya juga memiliki target untuk segera menyelesaikan proyek studio akhir tepat waktu. Saat itu, saya benar-benar merasakan bahwa saat kita memiliki goals, kita seperti terpacu untuk meraih tujuan-tujuan kita.

Hingga suatu hari pada masa-masa studio, tokoh yang sangat menjadi idola saya datang ke kota saya yakni di Makassar. Tokoh itu itu adalah Merry Riana dan Wahyu Aditya yang datang ke Makassar dalam rangka membawakan seminar. Biaya dan waktu seolah bukan menjadi halangan saya untuk berfoto dengan mereka sementara proyek tugas akhir juga menuntut untuk segera diselesaikan. Sempat saya mengajak teman untuk mengikuti seminar tersebut, namun mereka mungkin memiliki halangan sehingga akhirnya saya seorang diri datang ke seminar tersebut tanpa teman sama sekali. Saya juga sempat bolos di tengah studio bahkan hampir kedapatan oleh dosen pembimbing untuk hadir ke seminar itu, namun tetap berjanji untuk menyelesaikan proyeknya tepat waktu. Akhirnya, saya berhasil berfoto dengan dua tokoh idola saya tersebut dan saya juga berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu bahkan berhasil menjadi salah satu wisudawan terbaik di fakultas kampus. Sungguh anugerah luar biasa.
Bicara soal goals dan mengatur waktu, saya teringat dengan bacaan mengenai adanya penelitian mengapa resolusi tahun baru yang biasa dibuat di penghujung tahun banyak yang tidak terwujud. Kabanyakan dari kita begitu bersemangat saat membuat berbagai macam target capaian yang akan dilakukan, tapi belum tentu kita akan mengerjakannya. Ternyata setelah ditelusuri, banyak sekali resolusi yang ditulis hanya untuk merayakan tahun baru, setelah perayaan itu selesai, resolusi terlupakan perlahan-lahan. Dari situ, saya menemukan cara agar bisa membuat kita bisa mewujudkannya.

Cara mengatur waktu yang baik dan ampuh buat saya adalah dengan membuat target kita selalu dapat dilihat setiap hari. Kalau menggunakan laptop, ataupun ipad bahkan smart phone, tidak ada salahnya membuat wallpaper atau post-it digital terkait target kita. Hal ini sangat membantu untuk mengingatkan bahwa kita perlu mengatur waktu dengan sebaik-baiknya agar apa yang dituliskan itu tercapai. Tetapkan juga batas waktu pencapaian supaya lebih disiplin dan fokus mengejar target.

Cara mengatur waktu yang baik selain itu adalah dengan menempelkan tulisan tentang target kita di tempat-tempat yang biasa kita lihat. Entah itu di meja belajar atau kerja, langit-langit tempat tidur, atau di tembok kamar. Jadi, setiap saat kita selalu diingatkan dengan apa yang akan dicapai dan kemana waktu yang harus kita alokasikan.

Namun terkadang, menjalani kehidupan tidak bisa semulus yang dibayangkan. Sering kali datang kejadian-kejadian tidak terduga yang harus kita lalui. Untuk mengantisipasi hal itu, kita bisa menggunakan prinsip 70-20-10. 70% dari waktu yang ada digunakan untuk mendekatkan pencapaian dengan goals, 20 % untuk kejadian tidak terduga, 10% untuk waktu hadiah atas capaian yang telah diraih.

Jika memiliki 10 tugas yang harus diselesaikan. Coba cek mana yang bisa dikerjakan cepat atau kurang dari dua puluh menit, jika ada maka langsung kerjakan. Hal ini saya rasakan ampuh untuk membuat capaian kita makin cepat terwujud. Mengapa? Karena sering kali kita berpikir bahwa semua pekerjaan itu sama beratnya sehingga kita menunda waktu mengerjakannya. Akhirnya saat tugas itu semakin menumpuk, kita malah tambah stres. Ternyata, saat disortir, banyak pekerjan sehari-hari yang bisa dikerjakan dengan cepat. Hingga tersisa pekerjaan yang memang benar-benar berat atau butuh waktu panjang untuk dikerjakan.


Referensi: Studentpreneur Guidebook by Arry Rahmawan
Posting Komentar