Minggu, 18 Januari 2015

Renungan: Move On!

Move On bukanlah tentang MELUPAKAN, karena apa yang telah menyentuh hati, tidak mudah mungkin terlupakan. Semakin berusaha melupakan, semakin sulit untuk melangkah karena FOKUS kamu masih tentang dia.

Mencari pengganti yang lebih baik agar bisa Move On juga sulit untuk berhasil, karena FOKUS kamu masih untuk melupakan dia. Memang kamu tidak bisa membohongi diri sendiri dengan mencari pengganti yang mirip dengannya, karena disatu sisi, kamu juga tahu bahwa itu BUKAN DIA. Tidak peduli seberapa mirip, ITU TETAP BUKAN DIA.


Move On memang bukan tentang melupakan atau cari pelarian, namun tentang MENERIMA KENYATAAN. KENYATAAN kalau dia memang sudah pergi. Tidak perlu menyalahkan, tidak perlu benci. Cinta bukan untuk saling benci. HARGAI saja keputusannya untuk pergi, terus sadari bahwa yang membuat kamu sakit hati adalah EKSPEKTASI kamu sendiri. Sadari kalau yang membuatmu sakit hati, adalah KETAKUTAN kamu untuk menjalani esok hari, tanpa dia menemani. Dia memang indah. Tapi tanpanya, hidupmu MASIH PUNYA ARTI.

Lepaskan ekspektasi, hadapi rasa takut jalani hari. Itulah langkah awal untuk Move On. Ya, aku tahu kamu pasti berfikir bahwa Move On tidak semudah itu karena pikiran kamu akan memberi 1001 macam alasan, suara, bayangan dan ingatan akan betapa brutal, sadis, perih, sesak, dan tidak adilnya keadaan kamu yang amat sangat luar biasa parah dan menderitanya saat ini. Tapi ingat, kalau yang membuat dirimu menderita adalah EKSPEKTASImu sendiri.

Kalau kamu tidak peduli terhadapnya, kepergiannya TIDAK AKAN MENGGANGGUMU SAMA SEKALI. Tapi karena kamu SANGAT PEDULI dan memiliki EKSPEKTASI yang besar terhadapnya, maka kepergiannya (yang sudah tentu DILUAR EKSPEKTASI) merupakan RASA PAHIT yang bikin kamu terkejut, terpaku, teriris dan terpukul terus jatuh ke dalam lubang hitam perasaan yang disebut SAKIT HATI.

Kalau sakit hatimu adalah produk dari EKSPEKTASImu sendiri, musuhmu yang sebenarnya bukanlah kepergiannya, tapi PIKIRANmu sendiri.  Kalau musuhmu yang sebenarnya adalah pikiranmu sendiri, maka HANYA KAMU YANG BISA MENGENDALIKANNYA.


Kuncinya adalah FOKUS SAMA DIRI KAMU SENDIRI.  Kalau kamu memikirkan sakit, perih, sesak dan tidak adilnya keadaanmu, berarti FOKUSmu masih tentang dia. Disisi lain kalau kamu berusaha MELUPAKAN dia, kamu akan temukan jalan buntu karena KAMU TIDAK MUNGKIN MELUPAKAN DIA karena otakmu punya memori yang tajam khususnya tentang DIA yang dulu. Memelukmu, memanjakanmu, memberi harapan dan FOKUSmu masih tentang dia.

Dan kalau kamu berusaha mencari pelarian dengan alasan mencari pengganti yang jauh lebih baik dari dia, tapi kamu memakainya sebagai tolak ukur, maka FOKUSmu juga masih tentang dia. Dan semua FOKUS tentang dia begitu amat sangat menyakitkan.

Kalau FOKUS tentang dia begitu menyakitkan, maka LAKUKAN APAPUN untuk mengalihkan, membelokan dan mengarahkan pikiran TENTANG DIA kepada AKTIFITAS/ KEGIATAN yang LEBIH LAYAK, MENARIK dan MENYENANGKAN untuk dilakukan.

CARA TERBAIK menghentikan pikiran yang mengalir begitu cepat adalah dengan PERGERAKAN (Movement). Kegiatan penuh pergerakan seperti hang-out bersama teman-teman, jalan-jalan, shopping, nonton konser musik, liburan bersama keluarga dan olah raga akan AMAT SANGAT MEMBANTU.

Dan kalau kamu tidak dapat melakukan kegiatan seperti diatas karena harus berada dikamar sendirian, bacalah buku, main internet, nonton tv, dengar musik, atau telepon teman.  Buatlah diri mu lelah agar ekspektasimu tidak masuk lagi kedalam pikiranmu. Kalau harus BERTEMU DIA ditempat kerja atau kampus, alihkan pandangan dan pikiranmu dengan membaca buku, mendengar musik atau bermain internet. Apapun itu, alihkan saja FOKUSmu.  Saat awal, pasti akan terasa SULIT dan BERAT. Tapi jangan mengeluh dan LAKUKAN SAJA.

Orang yang belajar naik sepeda awalnya juga susah. Terus LAKUKAN SAJA sampai bisa lancar. Kalau kamu jatuh bangun, kamu akan terus MOVE, MOVE, MOVE sampai bisa lancar. Itulah arti kata MOVE ON, yaitu MULAI BERGERAK dan TERUS BERGERAK HINGGA BERHASIL  walau awalnya terasa berat, terasa sulit.

Kebanyakan orang merasa BERAT dan SULIT MOVE ON karena mereka HANYA MEMIKIRKAN CARA MOVE ON dan MENGELUH TANPA ADA PERGERAKAN. Kalau terasa berat, YA LAKUKAN SAJA. Menjalankan memang tidak semudah membaca tulisan, namun langkah kecilmu yang terasa berat, bisa jadi enteng dan mudah, KARENA TERBIASA.

Tapi mungkin, Move On juga punya arti yang lebih dalam daripada cuma sekedar melepas ekspektasi, hadapi rasa takut, dan move, move, move. Mungkin Move On juga ingin mengajarkan kita untuk LEBIH TULUS memaafkan, dan merelakan dia yang pergi tinggalkan perih. MENGIKHLASKAN. Atau mungkin, Move On juga ingin menyadarkan kalau cinta yang sesunguhnya bukanlah CINTA YANG PENUH EKSPEKTASI, tapi CINTA TANPA EKSPEKTASI.

Dan kalau memang cinta sesungguhnya adalah CINTA TANPA EKSPEKTASI, maka siapapun yang bersamamu dan siapapun yang meninggalkan mu, kamu tidak perlu lagi sakit hati, karena cintamu TANPA EKSPEKTASI. Namun ini bukan berarti kamu BODOH supaya mau dimainkan mereka yang punya niat mempermainkanmu. Kamu juga harus cukup jeli untuk BELAJAR membedakan mana cinta yang tulus dan mana cinta yang hanya sekedar harapan palsu.

Begitu kamu TAHU bahwa cintanya tulus, kasih dia CINTA TANPA EKSPEKTASI. Hal yang paling mengejutkan saat kamu cukup dalam merenungkan hal ini adalah. Kamu akan tersadar kalau cinta tanpa ekspektasi sebenarnya adalah bentuk cinta dengan tingkatan paling tinggi. Kenapa? Karena cinta tanpa ekspektasi adalah bentuk KEPASRAHAN TOTAL.

Kalau kamu memang sudah melakukan YANG TERBAIK buat dia, memberi cinta SETULUS MUNGKIN tapi semuanya GAGAL TOTAL, mungkin itu BUKAN SALAHMU, atau SALAH DIA. Mungkin itu memang RENCANA TUHAN untuk membuatmu PAHAM AKAN CINTA, supaya kamu siap untuk menyambut JODOHMU YANG SESUNGGUHNYA (lengkap dengan cinta tanpa syarat, ketulusan, kenikmatan dan kesetiaan), nanti.

Tapi, bisakah kamu melihat atau bahkan BERPIKIR LOGIS sejauh itu, kalau kamu masih dibutakan oleh EKSPEKTASI? Entahlah, yang jelas, melangkahlah sekarang. Move On! Mulai langkah kecilmu, walau terasa berat. Melangkahlah maju, kenanglah masa lalu. Sesekali menoleh kebelakang, dan tersenyum lah. Karena dia memang selalu INDAH pada waktunya. Dia selalu INDAH sesuai masanya.

Sumber: Disini.
Posting Komentar