Selasa, 27 Januari 2015

Kiat-Kiat Belajar Sukses di Perguruan Tinggi

Tidak terasa sudah empat bulan ini aku menjadi seorang alumnus sebuah perguruan tinggi. Begitu banyak cobaan yang kuhadapi di kampus impianku itu demi meraih gelar sarjana. Mulai dari ajakan senior dan teman untuk mogok kuliah, kehidupan percintaan yang begitu mengganggu, organisasi yang menuntut profesionalitas, skripsi yang rasanya tak kunjung kelar, hingga menjadi mahasiswa yang nyaris dikeluarkan dari daftar peserta ujian akhir. Namun, pada akhirnya semua kejadian tersebut seakan menjadi bumbu manis ketika aku dinobatkan oleh pihak fakultasku sebagai salah satu wisudawan terbaik dengan IPK yang sangat memuaskan. Rasa bahagia, haru dan bangga menyatu dalam diriku saat dipanggil ke atas panggung untuk menerima penghargaan yang kerap kali dimiliki oleh setiap mahasiswa berprestasi di kampusku.


Menurutku, mahasiswa berprestasi yang memiliki nilai-nilai akademis tinggi itu memang baik. Namun, prestasi akademis tersebut seakan kurang lengkap jika tidak diimbangi dengan prestasi non akademis. Sebab, prestasi-prestasi inilah yang menjadi pembeda antara mahasiswa biasa dengan mahasiswa kreatif. Dan dengan menjadi mahasiswa kreatif, kita bisa menggapai impian untuk belajar sukses di perguruan tinggi, sehingga kita selalu menjadi lebih unggul daripada mahasiswa-mahasiswa lainnya.

Belajar sukses di perguruan tinggi pun menurutku bisa dibilang gampang-gampang susah. Gampangnya yaitu ketika kita mampu membuat strategi cerdas dan berhasil menerapkannya untuk meraih sukses belajar. Sedangkan susahnya, yaitu karena tidak semua mahasiswa mampu meraih kesuksesan tersebut. Sekali lagi, banyak cobaan yang datang silih berganti baik itu dari dalam dunia kampus maupun dari luar, kepada setiap mahasiswa di dunia perkuliahan. Kalau tidak memiliki tekad kuat dan strategi cerdas untuk meraihnya, maka impian untuk sukses pun menjadi sia-sia.

Berdasarkan pengalamanku sebagai mahasiswa sejak tahun 2009, ada beberapa strategi yang menurutku sangat ampuh untuk meraih kesuksesan dalam belajar di perguruan tinggi. Penasaran? Oke, langsung saja simak kiat-kiatnya berikut ini:
  1. Milikilah alasan dan niat yang kuat!
    Pada umumnya, seseorang akan berhasil mencapai tujuannya jika memiliki alasan yang kuat. Alasan demi menggapai kenikmatan dan menghindari sengsaralah yang mampu menjadi alasan kuat seseorang dalam meraih tujuan tersebut. Tentunya hal ini juga berlaku bagi mahasiswa yang ingin sukses belajar di perguruan tinggi. Sebagai contoh, karena kebahagiaan orang tua adalah hal yang begitu penting dalam hidupku, maka alasanku ingin sukses belajar di perguruan tinggi yaitu agar dapat membanggakan keluarga, terutama kedua orang tuaku. Karena kalau tidak sukses, aku hanya terlihat sebagai anak biasa yang tidak begitu istimewa di mata orang tuaku. Jika alasan kuat itu telah dimiliki, hal selanjutnya tinggal memantapkan niat untuk belajar dengan sungguh-sungguh untuk meraih kesuksesan di perguruan tinggi. Dengan begitu, pondasi kesuksesanpun telah terbangun dengan kokoh.

  2. Berpikirlah secara positif!
    Seperti yang telah diceritakan diatas, menjadi mahasiswa tak luput dari berbagai masalah. Bahkan saat awal menyandang status sebagai mahasiswa, masalah dalam beradaptasi pada lingkungan kampus barulah yang sering kali menjadi ujian. Cobalah perhatikan, berapa banyak mahasiswa yang keluar dari kampus akibat tidak sanggup beradaptasi dengan lingkungan barunya? Kalau saja mereka bisa berfikir positif, tentu hal itu tak akan terjadi. Mungkin ada yang bertanya, “Bagaimana kalau mereka keluar karena mereka salah jurusan?” Teman-temanku sekalian, sekali lagi cobalah berpikir positif, sesungguhnya banyak dari mahasiswa mengkambing hitamkan alasan seperti itu demi membenarkan diri mereka. Saya hanya bisa bilang, janganlah pernah merasa salah mengambil jurusan. Sebab, pemikiran-pemikiran seperti ini justru dapat mengecilkan hati dan semangat kita untuk selalu lebih maju. Cobalah untuk mencintai jurusan yang telah dipilih. Mahasiswa yang berpikir positif, akan selalu bersikap bahwa setiap kesulitan yang datang, pasti memiliki jalan keluar. Jujur saja, saya sendiri pernah mengalami hal tidak mengenakkan ini. Pada tingkat dua ketika kuliah di jurusan Teknik Arsitektur, saya merasa jurusan ini bukanlah tempat saya. Sebab, pada tingkat tersebutlah saya baru menemukan passion saya yang selama ini saya cari, yaitu ingin menjadi penulis inspiratif. Perbedaannya sungguh jauh bukan? Yah, kalau saja saya berpikiran negatif, tentu sekarang gelarku bukanlah sarjana teknik. Untungnya saat itu saya bisa berpikir positif bahwa dengan kuliah di jurusan Teknik Arsitektur, saya bisa memiliki nilai tambah yang jarang dimiliki oleh penulis lain seperti sikap disiplin dan mampu menciptakan hal-hal kreatif. Hingga pada akhirnya, saya berhasil meraih penghargaan wisudawan terbaik tahun 2014 kemarin. Inilah gunanya berpikir positif.

  3. Jagalah tingkah laku dengan baik!
    Setelah perasaan dibenahi, waktunya untuk memperbaiki penampilan fisik. Yah, penampilan sangat mempengaruhi. Sebab, penilaian paling mudah yang bisa diberikan oleh seseorang kepada kita saat pertama kali bertemu adalah dengan memperhatikan penampilan fisik. Oleh kerena itu, berpakaianlah yang rapi. Kemudian, cobalah untuk selalu duduk di depan. Dengan begitu, tentu kamu akan lebih mudah menerima penjelasan dosen, disamping tentunya dosen akan menganggap kamu sebagai mahasiswa yang serius menjalani kuliah. Selain itu, jangan lupa untuk disiplin. Disiplin begitu penting karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen kita terhadap kesuksesan dalam belajar di perguruan tinggi. Dan disiplin ini, harus diterapkan dalam banyak hal, salah satunya dengan selalu datang tepat waktu ke kampus agar tidak ketinggalan materi kuliah.

  4. Gunakanlah strategi belajar kreatif!
    Membaca buku materi perkuliahan, menyimak penjelasan dosen saat menerangkan di depan, membuat catatan perkuliahan, sampai mengulang pelajaran, merupakan cara belajar yang kerap kali dilakukan oleh mahasiswa pada umumnya. Kegiatan-kegiatan seperti ini memang baik untuk membantu kita dalam memahami materi kuliah. Namun tahukah kamu, bahwa cara-cara tradisional tersebut dapat dilakukan dengan cara yang lebih modern? Yah, membaca materi perkuliahan tidak harus melalui buku, tetapi bisa juga melalui internet. Banyak media di internet yang sesungguhnya bisa membantu pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa. Cobalah untuk merekam penjelasan dosen saat menerangkan. Jika kamu mahasiswa kreatif, penjelasan dosen mengenai materi kuliah, dapat kamu transformasikan menjadi bentuk video atau audio sehingga kamu pun bisa menikmatinya kapanpun secara berulang-ulang. Apalagi jika dosen sangat mendukung kekreatifitasan tersebut, tentu akan lebih menyenangkan. Hal-hal seperti ini bisa saja terjadi dalam dunia kampus, terlebih jika kampus kalian adalah kampus cyber. Mahasiswa yang belajar kreatif seperti inilah yang sering disebut dengan mahasiswa online. Selain itu, supaya semua kegiatan belajar kreatif ini menjadi lebih mudah, buatlah jadwal kegiatan. Hal ini pernah saya lakukan dan khasiatnya begitu luar biasa, apalagi digunakan pada masa tugas akhir.
     
    Sebagai contoh, kalian bisa memilih salah satu cara membuat jadwal kegiatan sesuai dengan gambar diatas. Setelah itu, sebaiknya mahasiswa perlu tahu karakteristik dosen. Karena dengan mengetahuinya, maka mahasiswa akan lebih mudah untuk belajar karena menguasai apa yang menjadi penilaian penting dosen pada mahasiswa dalam mata kuliah terkait. Tentunya sayapun pernah melakukan hal demikian. Saat tahu bahwa salah satu dosen memberikan penilaian tinggi pada mahasiswa ketika rajin menghadiri seminar yang diadakannya, tanpa pikir panjang sayapun selalu menghadiri seminar-seminar beliau tanpa pernah merasa malas. Dan hasilnya, nilai tinggi sudah ada di tangan. Jangan lupa juga, untuk selalu menjadi selangkah lebih maju daripada teman-teman agar dosen melihat kita sebagai mahasiswa yang lebih menonjol daripada yang lain.

  5. Pilihlah lingkungan yang baik!
    Begitu banyak mahasiswa yang awalnya begitu rajin dalam kegiatan perkuliahan pada akhirnya menjadi malas karena bergaul dengan lingkungan yang salah. Orang bijak berkata, jika kamu berteman dengan penjual parfum maka baunya akan tercium pada dirimu juga. Hal ini tentu berlaku juga di lingkungan kampus. Carilah teman-teman dekat yang bisa mengingatkan kamu ketika ada ujian, yang bisa memberikan kamu penjelasan lebih simple ketika kamu kurang mengerti penjelasan dosen, yang mau kamu ajak untuk mengerjakan tugas kuliah bersama, hingga yang bisa memperingatkan kamu ketika kamu mulai lalai akan tugas. Walaupun begitu, kita jangan sampai membatasi pertemanan juga. Berteman dengan siapa saja itu adalah hal yang baik. Namun, yang perlu diingat, jangan sampai kamu salah pergaulan. Perbanyak relasi, sebab relasi yang banyak makin membuka lebar pintu rejeki kita. Yang tak kalah pentingnya, kamu juga bisa memilih lingkungan yang baik dengan cara mengikuti komunitas positif. Saya sendiri sering aktif di forum kaskus. Manfaat besar yang pernah saya dapatkan, saat teman yang ada di sub forum Arsitektur membantu saya ketika saya sangat membutuhkan referensi tambahan untuk skripsi. Sekali lagi, inilah manfaat memperluas relasi dan melibatkan diri dalam lingkungan yang positif. Tentu aktif di forum seperti itu bukanlah hal yang mustahil jika dilakukan oleh mahasiswa terutama mahasiswa online. Benar kan?

  6. Jelajahilah dunia luar!
    Inilah waktunya untuk mendapatkan prestasi non akademis. Mahasiswa kreatif dapat meraih hal ini dengan banyak cara. Misalnya saja dengan kuliah sambil kerja, mengikuti seminar pengembangan diri atau motivasi, atau bahkan aktif di berbagai kegiatan organisasi baik di dalam maupun luar kampus. Hal-hal seperti ini menurut saya sangat penting karena kegiatan-kegiatan ini merupakan pembelajaran yang sangat membantu dalam meningkatkan nilai tambah yang dimiliki. Nilai tambah itu bisa berupa mampu bekerja dalam tim, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki pengalaman positif yang jarang dimiliki oleh mahasiswa lain, dll. Kalau sudah aktif dengan dunia luar, jangan lupa untuk mengimbanginya dengan olahraga dan istirahat yang cukup agar badan tetap fit.

  7. Berdoalah!
    Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha namun Tuhan lah yang menentukan. Berusaha keras seakan menjadi kurang afdhal jika tidak dibarengi dengan doa. Berdoalah kepada Tuhan, mintalah petunjuk-Nya, dan mintalah untuk diberi kekuatan agar mampu terus berjuang demi meraih cita-cita. Jika sudah, kalian juga bisa meminta doa dari orang tua. Tahu sendirikan bahwa doa orang tua itu sangat maqbul? Saya sendiri pernah merasakannya, terutama saat menjelang ujian akhir. So, silahkan mencoba teman-teman! :)


    Artikel ini diikutsertakan dalam Ubudiyah Blog Contest 2015

Posting Komentar