Jumat, 18 April 2014

Review: A Gift From A Friend


Buku A Gift From A Friend adalah buku yang ditulis oleh motivator wanita terkenal di Indonesia bahkan Asia, yaitu Merry Riana. Sudah lama kuniatkan untuk membeli buku itu, karena memang salah satu hobiku adalah membaca dan mengoleksi buku yang berbau motivasi, inspiratif, maupun tentang pengembangan diri. Dan hari itupun tiba, aku membeli buku A Gift From A Friend kemarin tanggal 14 April 2014. Jadi, buku A Gift From A Friend ini adalah buku ke tiga Merry Riana yang saya miliki setelah Mimpi Sejuta Dolar dan Langkah Sejuta Suluh. Desain bukunya sederhana, namun tetap menarik untuk dilihat apalagi warna covernya adalah pink yang kebetulan menjadi warna favoritku.

Selain desain bukunya yang menarik, tentu saja isinya pun tak kalah menarik. Berisikan tentang diri Merry Riana yang lahir dari keluarga sederhana yang tiba-tiba dengan terpaksa harus merantau ke negara orang di Singapura dikarenakan kerusuhan Mei 1998 untuk melanjutkan kuliah dengan cara berhutang kepada pemerintah Singapura. Beliau kuliah di NTU Singapura jurusan Teknik Elektro. Hidup disana tentu tidak mudah karena Merry harus berhemat dengan uang jajan sebanyak 10 Dolar per minggu. Hingga akhirnya ketika berusia 20 tahun, Merry memiliki resolusi untuk memliki kebebasan finansial sebelum berumur 30 tahun.

Merry juga didalam buku ini menyampaikan tentang paradigma baru salah satunya yaitu prinsip pareto dari ahli ekonomi Italia yang mengamati bahwa 20% populasi memiliki 80% kekayaan yang ada di suatu negara. Tentu banyak dari kita yang ingin menjadi bagian dari 20% populasi tersebut. Merry menyadarkan kita bahwa apakah kita melakukan hal yang sama seperti kebanyakan orang? Atau melakukan hal yang berbeda dalam usaha untuk menuju 20% populasi itu. Singkatnya, kita harus bergaul dengan orang-orang yang berada pada kelompok 20% itu. Dan akan lebih baik lagi ketika kita bisa menemukan seorang mentor yang berada dalam kelompok istimewa tersebut yang mau meluangkan waktu untuk membimbing kita menemukan jalan supaya bisa bergerak dari kelompok 80% menjadi 20%.

Mengapa kita pergi ke sekolah? Jawaban sederhananya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian sehingga nilai kita bertambah dan kita mendapatkan gaji yang lebih tinggi dan dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. Sejauh ini, dalam bukunya, Merry menyatakan bahwa beliau beberapa kali mendengar orang lain yang setuju bahwa pergi sekolah adalah untuk mencapai lebih banyak hal. Namun sebagian dari mereka berkata, "Saya tidak dapat melakukan hal itu. Saya punya gelar sarjana. Saya tidak dapat mengambil pekerjaan yang begitu rendah."

Orang-orang memandang kualifikasi akademis, lebih sebagai panduan yang membatasi mereka pada apa yang dapat atau akan mereka lakukan dan apa yang tidak dapat atau tidak akan mereka kerjakan. Setelah mendapat gelar diploma atau sarjana, mereka hanya akan menerima pekerjaan tertentu dengan tingkat pendapatan tertentu. Tidak heran, begitu banyak miliarder di luar sana yang tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi. Sekarang, apakah kita mau melakukan apa saja untuk mencapai impian walaupun hal yang harus dilakukan tidak berhubungan dengan apa yang sudah dipelajari?

Lingkungan kita, menentukan harga kita. Orang yang sama dengan bakat yang sama dan kemampuan yang sama, ketika berada di lingkungan yang berbeda, maka menghasilkan nilai yang berbeda. Pilihlah lingkungan yang tepat. Apakah kita hanya ingin bekerja sebagai seorang pengusaha atau hanya sebagai karyawan biasa?

Perbedaan antara tangga perusahaan dan tangga wirausaha juga dijelaskan dalam buku ini. Bahwa tangga perusahaan kelihatan lebih mudah dicapai dibanding tangga wirausaha. Tapi kenyataannya, pada tangga wirausaha setiap anak tangga yang dinaiki membuat kenaikan menuju puncak menjadi semakin mudah. Dilihat dari sudut pandang, tangga wirausaha awalnya selalu yang paling berat karena kita belum memiliki modal, relasi, dan pengalaman yang cukup. Tapi dengan berjalannya waktu, kita akan sadar bahwa inilah yang akan membantu kita untuk menuju puncak. Berbeda dengan tangga perusahaan, kita harus bersaing dan membuktikan bahwa diri kita lebih unggul dari yang lain.

Dalam hidup ini, tidak ada yang memberitahu bahwa kita boleh bermimpi besar dan mencapai impian itu selagi masih muda. Merry meyakinkan bahwa kita bisa melakukan itu. Hanya, yang perlu dilakukan setelah membeli tiket kehidupan, adalah mengetuk pintu ballroom tempat perjamuan diadakan, dan percayalah, pasti ada seseorang yang baik hati didalam akan membukakan pintu.

Arti uang dapat meningkatkan ungkapan cinta, uang dapat meningkatkan hubungan persahabatan, uang dapat meningkatkan kualitas kehidupan keluarga, dan sebagainya. Uang adalah salah satu sumber daya. Uang itu seperti energi. Kita dapat melakukan hal yang baik ataupun jahat dalam menggunakannya, tetapi pilihan itu tergantung kepada kita.

Terdapat tiga jenis pendapatan yang disampaikan oleh Merry Riana didalam bukunya:
1. Gaji
Pendapatan yang paling umum. Mereka harus benar-benar bekerja untuk mendapatkan penghasilan tersebut.
2. Investasi
Pendapatan ini diperoleh ketika kita menginvestasikan uang kita dalam kelas aset atau menyimpan uang di bank. Bunga yang didapat dari simpanan tersebutlah yang akan menjadi pendapatan kita. Perbedaan antara pendapatan investasi dan gaji adalah modal awal dan resiko finansial. Kita harus memiliki modal awal terlebih dahulu untuk diinvestasikan. Dan, kita harus menginvestasikan uang kita dengan harapan uang tersebut akan menghasilkan lebih banyak uang lagi.
3. Pendapatan Pasif
Pendapatan ini bisa diperolah dari sesuatu yang namanya Income Generator. Beberapa contoh Income Generator seperti keuntungan dari bisnis, uang sewa properti, royalti dari buku, lagu dan penemuan, serta waralaba/franchise.

Visi, tindakan, hasrat adalah hal penting untuk mewujudkan impian. Mulai dengan visi untuk mengetahui apa yang benar-benar diinginkan, lalu ambil tindakan terus-menerus, dan pada akhirnya miliki hasrat untuk menikmati perjalanan kewirausahaan yang menyenangkan. Ada aturan emas yang harus dijalani yaitu berani menjalani berapapun harganya, dan apapun akibatnya ketika ingin mewujudkan impian itu, semuanya harus dipegang teguh tanpa terkecuali.
Posting Komentar