Sabtu, 23 November 2013

The Diamond in You

Banyak orang yang memiliki mimpi. Saya jadi ingat seminar yang saya ikuti seminggu yang lalu. Pembicara di seminar itu, mengatakan dengan jelas perbedaan antara impian dengan hanya sekedar keinginan.

Apa ada dari kalian yang tahu perbedaannya??

Langsung saja, tanpa basa basi saya ulas kembali materi seminar yang saya ikuti seminggu yang lalu. Mimpi adalah keadaan dimana kapasitas diri kita, tidak lebih dari keinginan kita. Atau dengan kata lain, isi dompet kita kurang dan tidak bisa mencukupi apa yang kita inginkan. Sedangkan keinginan biasa, dapat kita penuhi, ketika kapasitas diri kita mampu melaksanakan serta mampu mewujudkan hal itu.


Bagaimana? Sudah paham bukan?
Kita hidup di dunia ini memiliki tujuan. Adakah yang tahu apa maksud tujuan kita hidup di dunia? Kalian pasti pernah mendengar sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat. Saya sangat setuju dengan kalimat itu. Bayangkan saja, apa jadinya kita kalau hidup malah membawa bencana bagi orang lain? Apalagi kalau mambawa bencana bagi diri sendiri? Sungguh rugi bukan?

Kita memiliki nasib. Ada yang tahu nasib asalnya darimana?


Nasib berasal dari karakter. Karakter sendiri, berasal dari kebiasaan. Dan kebiasaan, berasal dari tindakan. Jadi, jika ingin nasib kita baik, tentu tindakan kita perlu dijaga agar yang dilakukan adalah yang baik-baik. Makin sering tindakan baik itu kita lakukan, maka dengan sendirinya hal itu akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang berulang-ulang, akan menjadikan hal itu sebagai karakter kita. Ketika sikap dan sifat itu telah menjadi karakter, dengan sendirinya nasib akan diketahui.

Sekarang, menurut anda, bagaimanakah nasib kalian sekarang? Apakah menurut anda nasib anda baik? Ataukah buruk? Silahkan perbaiki yang mana seharusnya memang harus diperbaiki.

Tindakan yang menentukan nasib, itu memang benar. Tapi ada hal yang jauh lebih berperan penting dalam menentukan nasib. Dan hal yang menentukan tersebut tidak nampak. Mau tahu apakah itu?

Yap, itulah pikiran. Bagaimana kita berpikir, tentu semuanya akan lahir dalam bentuk tindakan. Pikiran sendiri berasal dari perasaan. jadi, sebisa mungkin, kontrol lah perasaan-perasaan kalian mulai dari sekarang karena dari hal kecil itu lah hal besar bisa muncul.

Sekarang, bagaimana agar hidup kita menjadi lebih baik?

Perlu diketahui, settingan mindset sangat berperan penting dalam hal ini. Ketika mindset kita baik, maka tentu akan menghasilkan action yang baik pula. Ketika action kita juga baik, tentu result/ hasil yang didapatkan akan baik pula. Bagaimana agar mindset kita baik?

Pertama, be 100%. Melakukan segala sesuatunya dengan seratus persen. Bukan setengah-setengah. Saya sendiri yakin, apapun yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, tentu akan menghasilkan tindakan yang memuaskan.

Kedua, open it with heart. Melakukan segala sesuatunya dengan hati. Dengan ikhlas. Apapun yang dilakukan mesti diniatkan untuk hal yang baik. Saya yakin, tidak akan ada masalah yang akan kita hadapi ketika kita melakukannya dengan hati. Sekedar ingin menyampaikan saja, perlu diketahui bahwa banyak dari kita yang menganggap masalah selalu datang. Namun, bagi orang-orang yang telah mengetahui rumus membasmi masalah, tentu tidak akan kesulitan ketika menghadapinya.
Ingin tahu rumusnya?

Problem = Tantangan > Kapasitas Diri
Hidup Lancar = Tantangan < Kapasitas Diri

Dari rumus diatas, agar hidup terasa lancar, tentu kita harus memperbaiki kualitas dan kapasitas diri. Intinya, berusaha terus saja! Jangan menyerah! Banyak orang bilang ketika kita akan menyerah, kita harus percaya akan diri kita sendiri bahwa kita mampu untuk melewatinya. Namun hal itu tidak sepenuhnya benar menurut saya. Yang saya yakini adalah, ketika kita diambang tali keputus asaan, justru kepada Tuhanlah kita mesti percaya. Kenapa begitu? Karena menurut saya, justru satu-satunya jalan agar kita bisa lega adalah percaya pada Tuhan. Apapun Tuhan akan izinkan ketika kita sungguh-sungguh. Coba kalian bayangkan sendiri ketika akan menyerah, masih saja percaya diri sendiri. Bukan bermaksud menyalahkan, tapi percaya diri sendiri memang berat. Justru ketika kita percaya akan Tuhan yang tidak akan tidur ketika kita berusaha sekuat tenaga, kita akan menjadi makin kuat dan tidak gampang menyerah.

Dan yang terakhir, happy. Semuanya mesti dilakukan dengan bahagia. Selalu tersenyum. Kita marah boleh saja. Marah itu wajar. Tuhan pun bisa marah. Namun, ada salah satu cara agar kita bisa mengontrol emosi marah kita. Yaitu dengan cara mensugesti tubuh kita untuk tersenyum. Cobalah disaat genting, kita tersenyum walaupun pahit. Sedikit demi sedikit, pikirkan hal yang menyenangkan. Saya yakin, pembaca juga lagi turut tersenyum sekarang.

Temukan The Miracle in You...

Selain itu, perlu adanya pemahaman filosofi kehidupan. Memahami filosofi kehidupan, merupakan langkah awal untuk menyadari berlian diri. Tidak ada orang yang gagal ketika diciptakan. Yang ada, yaitu orang yang gagal menemukan berlian dirinya.

Menyadari penciptaan bahwa setiap yang direncanakan, pasti ada perencananya. Kita diciptakan sudah semestinya memaknai keberadaan kita di bumi. Tentu semua memiliki misi dan tujuan. Kita diutus. Kita dibekali.

Bekalan itulah berlian diri. Lalu?
Carilah!
Gunakanlah! Passionlah yang dijadikan profesi. Kita berlomba di titik mana yang kita bisa. Bukan di tempat lain!
Lalu, Juallah!

Demikian, akhirnya dampak yang akan kita peroleh adalah kita bahagia, orang lain bahagia, dan Tuhanpun bahagia.
Posting Komentar