Sabtu, 23 November 2013

Diam Itu Emas


Karena saya anaknya agak pendiam, saya inget banget cerita ini waktu saya masih kecil. Kalo nggak salah waktu itu saya masih kelas 5 SD.

Walaupun nggak sama persis dengan cerita aslinya, tapi maknanya tetap sama kok! Dan tentu pemeran utamanya "Yani (aku)".

"Yan! Kok kamu pendiam banget sih?" Begitulah kata-kata orang kepadaku. Terserah apa kata mereka mengenai diriku. Yang jelas, aku tetap enjoy dengan sifat diamku ini.

"Kan sayang, kalo kelebihan yang kamu punya nggak diseimbangin dengan Ke-PD-anmu."
Biarin ajalah. Aku lebih suka kok tampil di belakang layar.

ONE DAY..

"Wah, gambar punya kamu bagus banget Yan! Siapa yang buat?"
Selama aku masih bisa membuatnya, untuk apa minta tolong sama orang lain. Iya nggak? "Ini buatanku."

"Please donk Yan! Buatin aku gambarnya kayak gitu juga yah! Pleaseee..! Help me!"
Waduuh. Ya, ya, ya, aku akan buatin. Nggak tega juga ngeliat orang memohon-mohon minta tolong sama kita. Susah nolaknya..
"Tapiii, Kalo aku punya waktu kosong yah"
"Terserah! yang jelas gambarnya bisa ada dan nyampe ditanganku. Oke?"

WAKTU KOSONG YANI..
Gimana cara buatnya yah? Kalo di gambar kayak gini, pasti aneh. Tapi kalo gambar kayak gitu, pasti jelek. Aduh!! Gambar kayak gimana yah?
Tiba-tiba..
Oh ya! Gini aja, tarik garis kesini, terus sambungin kesini, ambil garis yang disana, pakein warna ini, lalu paduin ama warna ini, kemudian bla bla bla..

ESOK HARINYA..
"Nih gambarnya udah aku buatin."
Semoga aja dia seneng ngeliat gambar ini.
"Yan! Ya Ampun!"
Mati deh, semoga dia nggak kecewa.
"Gambarnya bagus banget. Asli! Bagus banget!"
Alhamdulillah deh kalo gitu. Enak  juga ngeliat orang senang karena bantuan kita.
"Nih uang buat kamu karena udah mau bantu aku"
Waduh! Jadi nggak enak ma ni orang.
"Kenapa? Kurang ya? Nih aku tambahin dua kali lipat."
Ya ampun, nih orang kok baik begini yah?
"Masih kurang? Aku tambahin deh jadi tiga kali lipat."
Gimana yah? mau nolak jadi nggak enak. Mau terimapun juga nggak enak.Bagaimana?
"OK, ini penawaran terakhir. Harus diterima yah. Nggak boleh ditolak. Aku jadiin empat kali lipat."

Uang itupun sekarang berada didalam kepalan tanganku. Temankupun pergi setelah memberikanku secara paksa uang itu. Hm, niat ikhlas malah dapat bonus. Yah, hikmahnya "DIAM ITU EMAS". Coba kalo penawaran pertama aku dah bilang IYA, pasti nggak bisa dapat yang empat kali lipatnya kan??
Posting Komentar