Minggu, 24 November 2013

Anti Demam Panggung

Well, kali ini saya mau share tentang hasil seminar yang pernah saya hadiri, yang membahas tentang Anti Demam Panggung. Terus terang, saya orangnya dikenal sebagai orang yang pendiam, gak banyak omong, bahkan ada beberapa orang yang bilang kalo saya adalah orang yang cuek dan sombong. Saya tidak menyalahkan mereka. Justru, karena dari pandangan-pandangan mereka, saya bisa termotivasi untuk membuktikan bahwa saya nantinya bisa ngomong dan tidak sombong.


Hampir semua diantara kita pernah mengalami yang namanya demam panggung. Menurut saya itu adalah hal wajar. Dan sebuah kewajaran ketika kita gagal dalam bersosialisasi kepada audiens untuk perama kali. Oleh karena itu, dengan sering-sering berlatih tampil didepan umum maka dengan sendirinya demam panggung itu akan hilang.

Langsung ke intinya saja, dalam seminar tersebut, saya mengetahui bahwa dalam berlatih untuk tidak demam panggung, perlu diadakannya soft skill training. Beberapa soft skill training itu antara lain:
  • Effective Communication
  • Interpersonal Relationship
  • Personal Development
  • Coaching dan Konseling
  • Confidence Building
  • Service Excellent
  • Effective Teamwork
  • Effective Management
  • Training for Trainer
  • Presentation Skills
  • Motivation Building
  • Creativity Boosting
Selain itu, sebelum ke topik inti, kita perlu mengetahui ciri seorang pembicara. Salah satu ciri tersebut adalah ramah dan komunikatif. Pembicara yang menyenangkan, tentu memiliki keterampilan dalam berpresentasi. Keterampilan tersebut banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti presentase makalah, PPL, presentase KKN didepan masyarakat, dll. Ada beberapa rahasia sukses untuk mengatasi demam panggung, antara lain ada tiga, yaitu:
  • Teknik cepat menguasai panggung.
    Pada seminar yang pernah saya hadiri, teknik cepat untuk menguasai panggung dapat disingka dengan rumus S.I.A.P.
    S = Sediakan waktu yang cukup (Persiapan)
    I = Identifikasi Kebutuhan Audiens (Masalah)
    A = Atur sistematika pembahasan (Urutan)
    P = Pakai busana yang sesuai (Penampilan) 
  • Langkah praktis menguasai diri
    Untuk bisa menguasai diri, kita perlu membayangkan audiens menikmati pidato kita, membayangkan audiens menatap dengan antusias, mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan bertepuk tangan. Pikirkan bahwa presentasi dan persiapan diri adalah hal yang wajar dan manusiawi. Jangan berfikir hal yang buruk, karena itu mampu mempengaruhi presentasi. Lumrah jika presentasi awal kita kemungkinan mengalami kegagalan. Bayangkan betapa baiknya apa yang ditampilkan. Bayangkan audiens adalah teman anda. Ingat momen-momen bahagia dan indah. Walaupun tidak ada kaitannya, ini ampuh untuk mengalihkan pikiran negatif. Sering-seringlah berbicara pada diri sendiri. Tanamkan pikiran positif setiap hari.
  • Menjinakkan rasa grogi
    Cara agar mampu menjinakkan rasa grogi, adalah dengan mempersiapkan materi pembicaraan. Persiapkan kalimat pembuka yang tepat. Terkadang salam atau kalimat pembuka yang panjang adalah waktu alternatif untuk memikirkan pembicaraan yang selanjutnya atau bisa dengan menarik nafas. Lakukan latihan dihadapan teman. Karena teman bisa menjadi pengkritik yang baik. Antisipasi pertanyaan sulit dengan memperkirakan jenis pertanyaan tersebut dan jawabannya. Praktekkan! Lakukan didepan kaca. Atau dimana saja. Dan kalian bisa melakukannya sebelum hari H tiba. Selalulah bergerak. Walaupun dalam keadaan diam, gerakkanlah tubuh minimal jari. Karena energi tubuh selalu membutuhkan penyaluran yang tepat. Tidak jarang banyak orang yang gemetaran ketika akan naik panggung.
Ingatlah selalu 3V dalam aksi panggung.
V >> Visual >> 55% (Audiens menangkap lewat indra penglihat)
V >> Voice >> 38% (Audiens menangkap lewat indra pendengar)
V >> Verb >> 7% (Audiens menangkap lewat pilihan kata)

Kelucuan sangat mampu membangun suasana. Humor membawa suasana yang tegar. Kalau tidak bisa melucu, minimal tampilkan gambar yang kocak.

Mempresentasikan sesuatu, gunakanlah bahasa tubuh agar lebih jelas. Bahasa tubuh memang menarik. Pilihan kata mampu mengubah pandangan audiens terhadap pembicara.

Verb (pemilihan kata)
C Consistence (Pemakaian istilah yang konsisten)
L Logical (Pemakaian istilah yang logis)
E Emphatic (Pilihan kata yang baik-baik)
A Accurate (Pilihan kata yang akurat)
R Right (Berbahasa yang baik dan benar)

Voice (apa yang didengar)
V Volume
I Intensity (Timing bicara, memakai jeda, dan kecepatan yang normal)
T Tone (Intonasi suara, irama)
A Articulation (Cara pengucapan yang benar)
L Lightness (Warna suara)
Banyak orang yang bertanya, mengapa orang bosan mendengarkan presentasi kalian? Salah satu alasannya yaitu karena cara menjelaskan kalianlah yang kurang menarik. Biasa juga karena kalian tidak memandang audiens.

Visual (bahasa tubuh)
S Smile (Senyum adalah ibadah)
O Open positive (Jangan menutupi tubuh. Usahakan berdiri. Jangan menunjukkan kesombongan. Dan jangan memasukkan tangan ke saku)
F Forward lean (Condongkan tubuh kedepan)
T Take in (Menyatu dengan audiens, dan berjalan menuju audiens)
E Eye contact (Menatap mata secara umum. Mata merupakan jendela jiwa. Dari mata, bisa diketahui apa yang sedang dipikirkan)
N Nod (Aksen psikolog terhadap audiens)
Posting Komentar