Sabtu, 12 Oktober 2013

Rumus Sakral: E = m.c2

E = m.c2 adalah rumus paling sakral yang pernah dibuat oleh ilmuwan hebat Albert Einstein. Kembali flashback di tahun-tahun lalu (waktu jaman SMA), rumus ini begitu berpengaruh di kelasku. Kelas XII IPA 1 seakan menjadi saksi atas kelahiran rumus tersebut di kelasku. Rumus itu bukan hanya sekedar rumus, melainkan memiliki makna besar sehingga cukup mewakili untuk dijadikan icon atau identitas kelasku sendiri. E = m.c2 adalah Exact One Most Creative and Cool. Nostalgia sedikit, Aku tiba-tiba menemukan tulisanku sendiri yang kutulis sewaktu SMA dulu mengenai teman-teman sekelasku. Lucu juga. Saking lucunya Alhamdulillah, dulu tulisan itu sempat populer di kalangan teman-teman SMA.


Hanya berawal dari sifatku yang suka memperhatikan tingkah laku teman-temanku di kelas. Mulai dari kebiasaannya, kesukaannya, bahkan hal yang paling dibencipun juga kuketahui. Akhirnya, Aku memutuskan untuk membuat tulisan yang menggambarkan karakter teman-teman sekelas. Alasanku menciptakan tulisan itu bisa dibilang sederhana, yakni hanya ingin membuat sesuatu yang bisa dikenang oleh teman-teman dan bisa menimbulkan kesan memorable untuk mereka semua. Well, ini dia ceritanya:


Ada Kandecha si PD abizz plus suka koro-koroang, yang ketawanya mirip Mak Lampir (Kwakakak! Kwakakak!). Lain pula dengan si Ririn yang bisa jadi andalan sebagian anak-anak kalo lagi diskusi. Selain itu, Qola yang genit plus sok jadi pusat perhatianpun menebarkan pesonanya, tapi malah celaan yang didapatnya. Risma yang jarang bertenggar di kelas karena bawaannya sakit-sakitan mulu. 

Zhefa si wanita perkasa yang sangar and sporty abis bisa membuat anak-anak pada afraid ma dia. Trus, ada Oche dengan ke-childish-annya sometime sok dewasa kadang juga sok tegas. Si Evha yang skull holic plus emo and most misteriuzzz. "SEREM" that's pandangan anak-anak dengannya. Untung ada si Ria HS si ahli ibadah yang bisa nangkalin all of setan-setan baik yang nampak or gak nampak. Bahkan, pagosip and penyerocos seperti Uppi pun bisa nyerocos aja tanpa pandang buluh (buluh apapun itu).

Miss Lelet Ika nggak mau kalah, mungkin "Biar lelet asal selamat menjadi semboyannya." Leedonk yang hobi ceplas-ceplospun bisa jadi pemeriah kelas dari suasana kuburan menjadi suasana kalo denger besok kiamat. Ditambah Maril si pacarita yang punya segudang cerita mulai dari buaian sampe keliang lahat (nuntut ilmu kali). Apalagi Mirna si ambon manise yang karena blak-blakannya, dia sampe dikenal ama guru-guru.

Tapi kalo liat si bijakwati Icha ini, semuanya bisa langsung jadi aman, damai, tenteram dan sejahtera. Terus ada Nanda sang smiler karena saking sempetnya dia senyum ketika orang-orang pada ulangan. Padahal, kerutan di dahi and keringat anak-anak udah mencapai ketinggian maksimum. Lain halnya dengan Hikmah S si otak jenius yang bisa nangkap pelajaran apapun itu, selalu membuat anak-anak menjadi kagum ama sosoknya. 

Hicay Duff pun bisa menggemparkan kelas dengan gosip-gosip yang terhangat. Yah, pacalla pun bisa jadi gelar yang disandangnya. Bondenk yang punya kelebihan (kelebihan berat badan) kadang bisa jadi orang yang ditakuti kalo udah nagih uang kas. Si Ino Chan yang... apa yah.. kadang nyenengin, kadang pula nyebelin (abstrak!) maybe karena kepolosannya. Sampai Dilcute yang ngaku-ngaku cute ini nggak tau mau gimana. Mau terlihat feminim, tapi yang muncul malah ke-tomboy-annya.

Di ujung sana, ada Sweety yang gak bisa konsen ma apa saja kecuali setelah mikirin HEROnya (ngakunya sih soulmatenya). Ada Ela yang kadang muncul kegilaannya dengan sifat kekanak-kanakannya. Sampe Nurmi pun turut andil dalam hal "kocok perut". Asli! baru liat tingkahnya aja, anak-anak bisa makkala' puara'. Tapi kalo dengan Kidah, apapun bisa ditanggapinya dengan serius (nyantai aja lagi, botak ko nanti ces!). Uli yang berjiwa nasionalismepun kadang suka sensi sama anak-anak yang gak sengaja nyinggung perasaannya.

Lain dengan Lidyah yang ekspresinya datar banget. Tapi jangan salah! Diapun bisa jadi tumpuan harapan teman-teman kalo mereka lagi dihadapin dengan pelajaran exact. Si Rahma yang baik hatipun nggak mau kalah. Walaupun nggak nampak, dia inilah yang paling murah hati ma siapa saja. Eky si sok heboh ini, selalu ngeluarin kata-kata asing (bukan bahasa asing sih). Tapi kenyataannya, kelas bisa juga jadi rame. Terus, disampingnya ada Ethdz si Miss Slowly plus tukang tidur kalo udah face to face ma pelajaran.

Jauh dibelakang sana, ada sang pemimpi alias tukang mengkhayal yang suka cerita ama teman duduknya walaupun pelajaran udah berlangsung, itulah Anti. But, siapa sangka Yani yang pendiam, kreatif and lumayan smart ini bisa jadi pahlawan teman-teman dalam bidang tulisan. :D

Posting Komentar