My Project

Diary

Freebies

Latest Updates

Awal Tahun 2019 Bersama Komunitas Pecandu Aksara

Wednesday, January 23, 2019
Awal Tahun 2019 Bersama Komunitas Pecandu Aksara - Saya ngga tau kapan terakhir saya ngumpul bareng komunitas Pecandu Aksara. Rasanya lama banget. Anggota Pecandu Aksara yang saya kenal paling bontot itu kayaknya juga keluaran dari Writing Camp 3 deh. Sementara sekarang Pecandu Aksara udah selesai ngadain kegiatan Writing Camp yang ke-6. Gilaaa! Udah lama juga saya ninggalin komunitas literasi yang satu ini.


Sedikit mengenai Pecandu Aksara, komunitas ini adalah komunitas yang bergerak di bidang literasi. Penggagasnya adalah Kak Fachri, yang sekarang berkarir di media Makassar Terkini sebagai redaktur. Semua tentang literasi bisa kita pelajari didalam komunitas ini, mulai dari Cerpen, Puisi, Jurnalistik, Blog, dll.

Adapun keunggulannya, komunitas ini dinaungi oleh MIB publisher, yakni layanan untuk menerbitkan buku secara self publishing. Ngga heran setiap anggota Pecandu Aksara semuanya pada punya karya yang dibukukan.

Saya sendiri juga punya karya Cerpen yang dibukukan oleh MIB dalam buku yang berjudul "Struktural Cinta". Ini adalah karya saya selaku pengurus dari Writing Camp 2. Eh, sorry jadi curcol.


Sebenarnya saya disini pengen bahas pertemuan yang saya hadiri 12 Januari 2019 lalu di Jl. Ance Dg Ngoyo bersama laskar Pecandu Aksara lainnya, yakni "Meet Up Bulanan dan Kelas Akbar Laskar Pecandu Aksara"

Jujur aja, saya sempat ngerasa malu karena udah lama ngga ngumpul bareng mereka. Untungnya ada Kak Dea yang mau jemput ke rumah sehingga akhirnya kita bisa berangkat bareng.

Sampai di lokasi ternyata ada banyak hal yang saya baru tahu terkait inovasi dari Pecandu Aksara. Ya iyalah, masa Pecandu Aksara gitu-gitu aja? Hehe.


Salah satu inovasinya, sekarang Pecandu Aksara rutin mengadakan pertemuan tiap bulan yang mana di pertemuan tersebut ada 5 kelas yang bisa dihadiri oleh laskar Pecandu Aksara only secara free. Adapun kelas-kelas itu antara lain adalah Kelas Cerpen, Kelas Puisi, Kelas Jurnalistik, Kelas Opini, dan Kelas Kreatif & Bisnis.

Oh iya, sebenarnya untuk kegiatan umumnya Pecandu Aksara sudah ada jadwalnya sendiri, cuma saya ngga begitu memantau kapan waktu pastinya. Yang jelas, sejak awal tahun 2017 saya gabung di Pecandu Aksara, komunitas ini ngga pernah kehilangan akal untuk ngegaet member baru. Dalam artian, komunitas ini benar-benar produktif bikin kegiatan literasi untuk masyarakat umum.

Saat kelas akan dimulai, saya memilih untuk gabung di kelas jurnalistik. Ada kanda Marwan, dan kak Fachri yang berbagi pengetahuan terkait pengalaman mereka di dunia jurnalistik. Tentu ilmu jurnalistik saya nambah lagi, terutama ketika kita ngebahas mengenai badan hukum media itu sendiri.


Saya ngga sungkan untuk menanyakan perihal Makassar Event, media informasi event yang sejak tahun 2014 saya geluti ke 2 kanda ini. Jawabannya memuaskan. Terutama saat kita bicara sesi rate postingan media yang seharusnya. Ini rahasia sih. Hehe.

Lumayan lama kita diskusi seputaran dunia literasi, sambil kita disuguhi kue, gorengan, dan minuman yang menggiurkan oleh si tuan rumah.

Dan akhirnya menjelang maghrib kita selesai, dan setelah maghrib akhirnya kita tukaran kado sebagai tanda acarr telah selesai. Saya dapat kado biskuit cokelat entah dari siapa. Alhamdulillah.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Saturday, January 19, 2019
Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis? - Hai semuaaa, kali ini saya pengen bahas traveling nih. Agak beda dengan tulisan-tulisan sebelumnya, di tulisan kali ini saya pengen berbagi cerita mengenai apa aja ilmu yang saya dapatkan waktu hadir di acara yang saya dapatkan infonya melalui aplikasi Couchsurfing, yakni acaranya Anton Krotov yang bertempat di Damgo Cafe Makassar 10 Januari 2019 pukul 18.30 WITA.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Btw, acara ini bener-bener on time lho!!!

Oh yah, jadi Anton Krotov ini adalah seorang backpacker/ traveler muslim asal Rusia yang amat terkenal. Yang membuatnya terkenal tidak lain karena selama 26 tahun doi telah melancong lebih dari 850.000 km (1991-2017) dengan cara hitch-hiking (nebeng) di Rusia, Eurasia, Afrika, dan negara lain. Adapun total negara di tahun ini yang doi telah jelajahi yakni sebanyak 112 negara. Selain traveler, Anton Krotov juga merupakan penulis buku. Saat ini sudah 50 buku yang doi tulis.


Di event yang saya datangi tsb, Anton Krotov memperkenalkan istilah Free Traveler (melancong secara gratis). Menurut Anton, dunia ini sangat baik dan penuh akan bantuan. Kuncinya adalah saling menukar bantuan. Jadi, hitch-hiking yang dimaksud oleh Anton bukanlah sekedar menumpang dan menjadi penjelajah gratis, karena sesungguhnya ada makna "saling bantu" yang terselubung dalam hitch-hiking.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Anton bercerita bahwa ia pertama kali traveling saat berumur 15 tahun, menggunakan kereta di pinggiran kota yang ada di eks wilayah Uni Soviet. Kemudian di lain waktu doi akhirnya secara ngga sengaja menemukan konsep hitch-hiking dimana beberapa mobil yang doi temui di jalan ada yang memberikannya tumpangan dan tidak ingin apapun dalam tumpangannya. Dari situ mulailah Anton menjelajahi sebagian besar eks Uni Soviet (dari Yerevan sampai Magadan), lalu mengunjungi India, China, Jazirah Arab, dan beberapa negara Afrika dan di kesemua negara itu ada banyak pertolongan dan kebaikan yang ditemuinya.

Dari pejalanannya itu, pengalaman Anton yang paling berkesan adalah saat doi pertama kali memutuskan untuk menjelajahi Uni Soviet yang luasnya hampir 2/3 luas bumi tersebut hanya dengan uang 60 sen. Doi sering minta tumpangan dari kendaraan yang ditemuinya, mulai dari motor, mobil, truk, hingga kendaraan pengangkut barang pasar dan ternak. Tinggalpun bisa dimana saja termasuk di masjid.


Uniknya, walaupun Anton mengaku ngga banyak menguasai bahasa dari berbagai negara, namun satu kalimat yang paling Anton kuasai adalah "Saya tidak punya uang” yang telah doi terjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Namun makin kesini doi harus tau kalimat umum yang sering digunakan dalam bercakap dari negara yang ingin dikunjungi ; seperti terimakasih, maaf, apa kabar?, dll. Jadi ngga jago bahasa inggris juga bukanlah suatu masalah besar mengingat sekarang udah banyak media yang bisa kita gunakan untuk belajar berbagai bahasa di dunia.


Dalam event itu juga Anton Krotov ngasih tau ke kita kalo sebenarnya doi hobi menjelajah negara-negara karena lebih tertarik untuk mengenal "orang-orangnya". Oleh karena itu banyak negara yang ngga populer yang doi kunjungi karena ingin menyaksikan sendiri realita yang ada. Karena doi ngga ingin sekadar percaya pada media.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?
Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Dan apa yang didapat? Doi melihat apa yang diberitakan oleh media-media diluaran sana jauh berbeda dengan keadaan aslinya.

Misalnya kondisi di Somalia, Angola, Sudan, Madagaskar, Afghanistan, Pakistan, Tajikistan serta negara-negara lain yang dianggap terbelakang dan memiliki tingkat kriminalitas tinggi justru diakui Anton sebagai negara sangat ramah dan penuh dengan tempat-tempat menarik.

Dalam event itu saya benar-benar dibikin kagum oleh sosok Anton Krotov sendiri. Mata saya jadi terbuka untuk lebih tau keadaan orang-orang diluaran sana. Kata Anton, disaat kamu ingin melakukan traveling, lakukanlah sekarang, jangan tunggu nanti-nanti.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?
Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Saya pastinya juga ngga melewatkan kesempatan bertanya ke Anton Krotov.

Sebenarnya saya bingung sih mau nanya apa, karena rasanya apa yang disampaikan Anton mengenai pengalaman travellingnya ini menurut saya udah jelas banget. So, saya mutusin untuk bertanya ke Anton begini :

"Can you give me some tips or trics how you can manage your time between traveling and writing book?"


Gak tau english saya bener apa salah yang jelas saya beraniin diri aja ngomong ke doi. Anton pun menjawab dengan lancarnya dalam bahasa inggris. Namun inti dari jawaban yang doi sampaikan ke saya adalah :

Kamu bisa menulis dimana saja. Sekarang jaman serba canggih, ada laptop bahkan handphone yang bisa kamu gunakan untuk mencatat. Tulisan bisa dicicil, yang jelas kamu konsisten. Selama ada kemauan, pasti halangan yang muncul didadapan kamu itu ngga akan jadi beban.

Belajar Dari Anton Krotov : Bagaimana Traveling Gratis?

Aaaargh. Seneng banget saya hari itu bisa dikasih kesempatan bertanya ke Anton Krotov. Ya iyalah emang saya seniat itu, jadi wajar saya selalu ngambil posisi duduk paling depan.

Kesenangan lain yang saya dapatkan dari event ini adalah karena saya akhirnya bisa ketemu dengan teman-teman baru dari Couchsurfing. Lumayan lah, dapat relasi baru yang passionate terhadap traveling. Semoga next bisa ada lagi event seperti ini. Atau ngga semoga ada kesempatan lagi ngumpul bareng teman-teman Couchsurfing. Aamiin.


Suryani Palamui
Keep in touch with me
Instagram : @suryanipalamui

Download Gratis Materi PPT Bullet Journal dari Makassar Event

Tuesday, January 15, 2019
Download Gratis Materi PPT Bullet Journal dari Makassar Event - Sebelumnya saya minta maaf ya, kalo isi postingan ini rada ngga pas dengan judulnya. Soalnya niat utama saya nulis ini hanya ingin berbagi cerita mengenai pengalaman Makassar Event kemarin sewaktu menyelenggarakan Workshop Bullet Journal. Namun sebagai hadiah, tentunya akan saya kasih secara gratis materi PPT Bullet Journalnya di akhir cerita.

Jadi, usai belajar Bullet Journal bareng Sri di workshop Akademi Berbagi, saya langsung memutuskan bahwa Komunitas Makassar Event harus bikin kegiatan seperti itu juga sesegera mungkin. Kenapa? Karena event kayak gitu sebelumnya ngga pernah diadakan di Makassar, sementara saya yakin banyak orang yang pengen belajar Bullet Journal.


Apalagi ini masih awal tahun kan? Di awal tahun, umumnya orang-orang pada bersemangat nge-set up goals mereka. So, jadwal kegiatannya kami putuskan untuk dilaksanakan di hari Rabu, 9 Januari 2017 bertempat di Pandora Board Game Cafe Jl. Veteran Utara No. 254 Makassar pukul 15.00, dengan judul "How to Make a Bullet Journal".


Sumpah, ini acaranya kita bikin dadakan banget dengan persiapan yang seadanya. Tapi alhamdulillah walaupun waktu yang kita miliki cuma 2 hari, kegiatan ini banyak mendatangkan peserta sekitar 30an orang. Saking banyaknya, waiters Pandora sampe bantu kita untuk nambah meja dan kursi didalam ruangan.


Adapun pemateri dari kegiatan ini, jatuh ke Sri Wahyuni Sam, anggota Makassar Event Community yang jabatannya masih berstatus sekretaris komunitas Makassar Event. Ngga heran Sri bawa materinya bagus banget, soalnya doi juga guru matematika di Pondok Pesantren IMMIM Putera Makassar.


Sri memang masih baru dalam dunia Bullet Journal. Sama kayak saya, hehe. Iyalah, wong kita bareng ke workshop Akber kemarin karena mau belajar.


Namun kenapa saya nunjuk Sri untuk jadi pemateri? Karena saya tau Sri punya skill yang bagus dalam menyampaikan sesuatu. Lagian Sri dalam waktu dekat mau hijrah keluar kota. Dan goals saya tahun ini salah satunya adalah saya pengen kader lama dari komunitas Makassar Event bisa bicara didepan umum. Saya pengen mereka punya event sendiri yang bintangnya adalah mereka juga. Saya pengen apapun keahlian mereka, mereka bisa tunjukkin ke orang-orang.


So, saya ngga ada pilihan lain selain Sri yang jadi pematerinya. Dan mulai dari event itulah mimpi saya terwujud, yakni kader Makassar Event sendiri yang jadi pemateri di eventnya Makassar Event. Harapannya juga, ilmu-ilmu yang mereka dapat selama gabung di Makassar Event bisa mereka pake di dunia kerja. Ngga masalah mau sukses atau ngga event mereka, yang penting Makassar Event berhasil menjadi wadah mereka untuk berlatih.


Ngga hanya Sri, anggota Makassar Event yang lain pun turut terlibat dalam kegiatan ini. Untuk kader baru, saya nunjuk Rahma untuk jadi moderator sekaligus PJ kegiatan. Kemudian ada Arez dari kader lama sebagai pembuka acara, dan ada Rif di bagian dokumentasi.

Intinya semua kader dari Makassar Event akan saya gilir untuk jadi pembicara/ pemateri di setiap event yang Makassar Event adakan. Tentu tema eventnya menyesuaikan dengan skill/ kelebihan yang dimiliki oleh si pemateri. Kader dari Makassar Event ngga akan ada yang saya skip. Bahkan setelah acara Bullet Journal, saya dan teman-teman Makassar Event yang lainnya udah nge-set jadwal untuk event kedepan dengan pemateri yang tentunya dari Makassar Event. Semoga sukses deh eventnya kedepan. Aamiin.


Oh yah, dan terakhir, bagi yang pengen materi PPT Workshop "How to Make a Bullet Journal" yang dibuat oleh Sri Wahyuni Sam, silahkan download disini.


Suryani Palamui
Keep in touch with me
Instagram : @suryanipalamui

Apa Untungnya Bikin Bullet Journal?

Sunday, January 13, 2019
Apa Untungnya Bikin Bullet Journal? - Beberapa hari yang lalu, tepatnya Minggu 6 Januari 2019 saya menghadiri workshop Bullet Journal yang diselenggarakan oleh komunitas Akademi Berbagi (Akber) Makassar di Cafe Mama Jl. Bau Mangga No. 9 pukul 15.30. Sebenarnya mengikuti event ini ngga saya rencanakan sejak jauh hari, karena saya baru tau info event ini sehari sebelum event dilangsungkan dari grup komunitas Makassar Event.

Saya sendiri tau mengenai Bullet Journal dari tahun lalu, cuma ngga begitu tau apa untungnya dan manfaat lebihnya. Soalnya, sepintas kalau ngeliat orang-orang buat Bullet Journal, mereka itu seperti melakukan aktifitas doodle atau nge-scrap book.

Menarik sih menarik. Tapi saya ngga punya banyak waktu untuk melakukan hal-hal kayak itu. Kalaupun mau baik dalam soal manajemen waktu, saya lebih memilih menggunakan aplikasi di handphone. Banyak malah tersedia di app store maupun di play store. Kalau mau mengasah kreatifitas, saya ada banyak job desain yang bisa dijadikan tempat untuk berlatih. Untuk mengabadikan cerita dan perjalananpun, ada blog yang bisa saya jadikan wadah untuk menampung itu semua secara abadi.

Lalu apa untungnya bikin Bullet Journal?

Hanya buang buang waktu. Itu yang ada di pemikiran saya sebelumnya.

Tapi jujur, saya sering heran sekaligus penasaran kok banyak youtuber dan blogger terkenal punya Bullet Journal? Pasti ada khasiat luar biasa yang didapat dari membuat Bullet Journal ini.

So, ketika ada info mengenai workshop Bullet Journal yang akan diadakan esok harinya, saya langsung mikir kenapa ngga saya hadir di acara itu? Apalagi acara kayak gitu ngga pernah dibuat di Makassar setau saya. Hingga beberapa detik kemudian saya mutusin : Ok, I'm in.

Esoknya, saya ke workshop tersebut bersama Sri, teman komunitas di Makassar Event yang juga tertarik belajar Bullet Journal. Alhamdulillah kita berdua ngga telat mengikuti kegiatannya. Kak Atria Sartika selaku pemateri begitu baik menerangkan mengenai Bullet Journal ini. Ngga banyak yang diterangkan, karena kak Atria Sartika lebih menekankan kita peserta yang hadir untuk langsung praktek.

Kak Atria Sartika Menjelaskan Tentang Bullet Journal

Saya mulai mencoba bikin Bullet Journal dari covernya. Dengan peralatan yang seadanya, cover Bullet Journal yang saya buatpun jadi.

Kemudian kita disuruh untuk bikin tracker. Jadi, tracker itu adalah bagian dari Bullet Journal yang gunanya memantau kegiatan atau habit yang ingin dikerjakan sehari-hari. Isinya ada tanggal dalam sebulan, aktifitas yang ingin dipantau, dan simbol-simbol. Secara ngga langsung tracker ini bisa bikin kita jadi disiplin.

Contoh, di tahun ini saya pengen sholat 5 waktu on time. So, saya diajarin oleh kak Atria untuk mulai bikin tabelnya. Kalau saya berhasil melakukannya secara on time, maka saya akan ngasih simbol checklist (✅), dan kalau ngga on time, saya akan ngasih simbol kali (❌).

Setelah itu, saya mulai bikin habit tracker yang lain. Ada banyak sih yang pengen saya track, cuma ngga keburu waktunya untuk bikin di hari itu. Jadinya seperti ini deh.

Dari kegiatan tsb, akhirnya saya ngerti kenapa banyak orang bikin Bullet Journal. Rasa penasaran saya mengenai khasiat Bullet Journal-pun terjawab setelah mengikuti workshop ini. So, sekarang waktunya saya jawab pertanyaan :

Apa Untungnya Bikin Bullet Journal menurut saya?

Keuntungan Pertama :
Menggabungkan antara diary dan planner itu ngga mudah. Diary pada umumnya hanya jadi alat untuk bercerita. Ngga ada hal yang bisa didapat dari menuliskan diary melainkan sejarah, dan senyum-senyum saja ketika membacanya setelah sekian lama. Tapi di Bullet Journal, diary itu bisa kita jadikan tracker, dimana tracker ini bisa memacu kita untuk lebih disiplin, dan lebih membuat kita sadar dan bisa mengevaluasi diri untuk banyak hal kedepannya.

Planner pun begitu. Kita sering bikin perencanaan di aplikasi handphone, agenda, bahkan di sticky notes, tapi plan tsb tidak jarang jadinya awut-awutan. Ya ngga sih? Untung-untung rencana itu terlaksana. Lah kalau ngga? Masalahnya sekarang, ngga semua orang diberikan karunia untuk bisa mengorganize rencana mereka dengan baik. Ya udah, kalo emang ngga punya mukjizat itu, seenggaknya ada keinginanlah untuk bisa organize rencana secara baik dan teratur. Dan solusinya menurut saya adalah dengan Bullet Journal. Karena di Bullet Journal, diary dan planner itu dijadiin satu tapi modelnya teratur gitu lho. Untuk lihat model-modelnya bisa baca : Cara Membuat Bullet Journal Untuk Pemula.


Keuntungan Kedua :
Kalau kalian memutuskan untuk beli planner atau apapun yang sejenis dari toko, itu sah-sah aja. Namun kendalanya, ngga semua isi planner mewakili apa yang kita inginkan. Sebagai contoh, rencananya kita pengen ngetrack habit untuk mencapai berat badan ideal. Nah kadang kala, tracker macam itu ngga disediain di planner yang dijual di toko-toko karena dibuatnya secara umum atau general. Sementara kalian tau kan, kita semua punya kebutuhan yang beda-beda. Oleh karena itulah Bullet Journal muncul supaya kita bisa ngeset sedetail apapun rencana kedepan dengan format yang jauh lebih spesifik. Dan itu sangat membantu.


Keuntungan Ketiga :
Bullet Journal itu pedoman yang kalian bisa set semau kalian dengan cara yang lebih teratur. Kendala banyak orang selama ini, mereka terlalu membuat perencanaan di banyak media sekaligus, dan itu sifatnya ngga rapi. Karena hal-hal itu mereka jadinya pusing sendiri gimana mesti memulai. Bayangin, udah bikin plan di handphone, trus punya buku catatan kecil ditulis lagi plannya, belum lagi kalau ada catatan penting di blog. Ribet deh. Nah di Bullet Journal, liatnya itu jadi ngga ribet. Believe me. Awalnya aja pas bikin formatnya kita akan dibuat sedikit pusing. Tapi setelah itu, semuanya lancar mulus. Yang penting kita melakukannya secara konsisten.


Suryani Palamui
Keep in touch with me
Instagram : @suryanipalamui

Cara Membuat Bullet Journal Untuk Pemula

Friday, January 11, 2019
Cara Membuat Bullet Journal Untuk Pemula - Kalau kamu baru dengar istilah Bullet Journal, atau mungkin pernah dengar tapi masih abu-abu dengan Bullet Journal itu sendiri, don't worry. Saya disini akan ngasih tau ke kamu Apa Itu Bullet Journal dan Cara Membuat Bullet Journal Untuk Pemula.

Sebenarnya kita sama, saya pun baru belajar Bullet Journal beberapa hari yang lalu di acara komunitas Akademi Berbagi (Akber) Makassar. Awalnya saya sama seperti kalian, pernah dengar dan lihat contoh Bullet Journal, tapi tidak tau mau mulainya darimana. Saya bahkan pernah nanya sendiri dalam hati : Apaan sih ini mereka pada rajin banget gambar-gambar ala scrapbook? Pokoknya ngeliat mereka itu jadinya ribet.

Tapi alhamdulillah berkat Akber, saya jadinya tertolong banget. Bikin Bullet Journal itu ternyata ngga seribet yang saya pikirin. Ya!! Ibarat saya jadi pasien UGD, dan dokternya adalah si Akber. Saya yang punya banyak keinginan yang ingin dicapai tapi ngga tau mau mulai darimana, ditolong oleh Akber dengan obat workshop Bullet Journal-nya supaya saya bisa mencapai goals dengan mudah.

Baca : Apa Untungnya Bikin Bullet Journal? - dari Akademi Berbagi Makasar

Bahkan saking bermanfaatnya workshop tersebut, 2 hari setelahnya saya mutusin bahwa workshop seperti itu harus diadakan oleh Makassar Event. Orang-orang mesti tau betapa berkhasiatnya Bullet Journal ini. Apalagi ini masih awal tahun. Pasti banyak orang yang punya impian tapi ngga tau mau mulai darimana. Nah workshop ini hadir untuk wujudin impian mereka semua. Supaya mereka produktif dan ngga menghabiskan banyak waktu untuk hal yang ngga penting. So, tanggal 9 Januari 2019 bertempat di Pandora Board Game and Cafe, Makassar Event Community mengadakan Workshop Bullet Journal dengan judul "How to Make a Bullet Journal".



♡♡♡

Eh sorry, jadi curhat. Oke deh saya langsung ke intinya.

Rules pertama yang harus kalian tanam mengenai Bullet Journal ini adalah, pemahaman mengenai Bullet Journal itu sendiri. Yaitu sesuatu yang dapat membantu kalian untuk mendokumentasikan seluruh kehidupan kalian, termasuk rencana-rencana kalian kedalam satu buku secara simple, manual dan kreatif. Atau dengan kata lain, Bullet Journal itu adalah planner dan diary yang digabung dalam satu buku. Emang kesan pertama kelihatannya ribet. But I swear, Bullet Journal akan mengurangi kekacauan atau kewalahan yang kalian alami setiap harinya.

Rules kedua, Bullet Journal untuk pemula ngga usah ribet-ribet mau pake tools apa untuk memulainya. Jangan sampe kalian terhambat karena merasa terintimidasi oleh kemegahan Bullet Journal yang ada diluaran sana. Kalian cuma modal notebook kotak-kotak, pulpen, pensil warna dan penggarispun udah oke. Trust me! Ini bukan persoalan siapa yang paling jago gambar atau siapa yang ngga. Tapi ini persoalan siapa yang paling bisa menjabarkan kehidupannya dan goal-goalnya secara simple, kemudian mengisinya secara konsisten, sehingga apa yang diinginkan bisa terwujud dan hidupnya pun jauh lebih produktif.



♡♡♡

Udah sih gitu aja rulesnya. Nah sekarang kita masuk ke bagian Bullet Journal itu sendiri, karena dengan mengetahui bagian-bagian Bullet Journal, kalian tau cara ngeset Bullet Journal terutama untuk pemula. Secara umum, Bullet Journal itu terdiri dari 7 bagian :


1. Bullet Journal Key
Bullet Journel Key itu adalah simbol atau penanda di dalam Bullet Journal. Kalian kalau liat peta biasa sering perhatiin legenda yang ada di peta kan? Nah fungsi key yang ada di Bullet Journal itu sama seperti legenda yang ada di peta, yaitu sebagai penanda. Berikut contoh-contohnya :


2. Bullet Journal Index
Bulet Journal Index adalah list atau daftar isi yang ada di dalam Bullet Journal. Kalau kalian bikin index, otomatis kalian akan jadi lebih mudah dalam menemukan halaman yang kalian inginkan dalam Bullet Journal.

Sebenarnya, ngga bikin index bukan hal yang fatal sih, karena ada beberapa orang yang menganggap membuat index itu penting, adapula yang tidak. Jadi ini tergantung. Namun yang pasti, tentu ada keuntungan yang didapat dalam membuat index, seperti kalian ngga akan pernah bilang, "Eh, dimana ya letaknya halaman yang ini?" sambil bolak balik halaman Bullet Journal.

Kalo saya boleh saran, mending kalian yang optimis bakal punya Bullet Journal yang tebel, sekalian bikin indexnya ajalah.


3. Bullet Journal Future Log
Kalau kita membahas Bullet Journal, tentu ngga akan terlepas dari Future Log atau set up masa depan. Ada begitu banyak inspirasi Bullet Journal Future Log, namun biasanya banyak yang bingung seperti apa dan bagaimana menggunakan the future log dengan cara yang terbaik dan produktif.

Jadi, Bullet Journal Future Log ini adalah halaman dimana kalian akan menambahkan semua acara bulanan dan tahunan yang penting kedalam satu tempat. Ini simple banget. Believe me, dengan membuat ini kalian pun ngga akan lupa dengan janji atau event penting kalian di masa mendatang. Contoh kegiatan yang bisa kalian isi dalam future log ini seperti birthday atau anniversary, jadwal libur, janjian, meeting, dll. Yah basicnya part ini diisi oleh event yang akan terjadi di masa mendatang.


4. Bullet Journal Monthly Spreads
Monthly Spread ini adalah bagian dari Bullet Journal yang dimana kalian bisa dengan mudah melihat seluruh bulan dalam satu tampilan sederhana. Hampir sama seperti future log, tapi monthly spread ini lebih detail lagi kalian dalam mengisinya, karena dikerucutkan menjadi setiap bulan. Berikut contoh-contohnya :


5. Bullet Journal Weekly Spreads
Weekly Spread adalah bagian dari Bullet Journal yang paling sering dilakukan oleh orang kebanyakan, yaitu menjadwalkan sesuatu dalam seminggu. Ngga seperti monthly spread, di weekly spread kalian punya banyak kesempatan untuk menambahkan lebih banyak entri dan sangat mudah untuk mendetailkan hal-hal yang ingin dikerjakan. Contoh-contohnya :


6. Bullet Journal Daily Spreads
Membuat Daily Spread mungkin bisa jadi bagian yang terpenting dari Bullet Journal. Tapi sebenarnya, membuat daily spread juga bisa menjadi hal yang paling sulit untuk dilakukan jika kalian masih pemula dalam Bullet Journal. Jangan sedih dong, yang penting kalau kalian optimis, saya yakin kalian pasti bisa ngelakuinnya.

Bullet Journal harian ini isinya adalah tugas harian. Ada tanggal, tugas yang harus diselesaikan untuk hari itu, janji ketemu dan meeting penting, ada bagian kosong untuk menuliskan catatan dan ide, sampai tujuan apa yang ingin dicapai untuk hari itu.


7. Other Bullet Journal Collections
Adapun Bullet Journal Collections adalah entri atau halaman lain yang bisa kalian tambahkan ke dalam Bullet Journal selain yang saya sebutkan diatas. Pokoknya terserah dari kebutuhan kalian. Saya bisa kasih contoh seperti : To Do List, Goals dan Step Action untuk mencapainya, Catatan Tabungan dan Keuangan, Diet dan Fitness Tracker, dll.



♡♡♡

Addition
Masih banyak inspirasi Bullet Journal yang bisa kalian dapatkan dengan googling. Oleh karena itu silahkan search keyword Bullet Journal apa yang kalian inginkan.

Kalo saya pribadi, karena masih belajar jadinya yang kemarin sempat dibuat itu baru cover, mood tracker, goals di bulan tsb, monthly spread, grateful tracker, productivity tracker, daily task dan daily habit tracker, sama prayer tracker. Masih kurang banget sih. Insya Allah di next postingan bakal saya upload hasil dari Bullet Journal yang saya buat.

So, gimana menurut kalian tentang Bullet Journal ini? Tertarikkah kalian untuk membuatnya? Kalau ada yang ingin ditanyakan mengenai Bullet Journal ini, jangan sungkan ya. Selagi saya tahu, pasti akan saya jawab kok.


Suryani Palamui
Keep in touch with me
Instagram : @suryanipalamui

 
Copyright © Yanikmatilah Saja. Designed by OddThemes