Friday, 26 May 2017

Create Your Own Pasta di Lontar Dining The Rinra Makassar

Dari tanggal 22 Mei 2017 kemarin, saya mendapat undangan mewakili media Makassar Event ke Mall Gaul di Makassar yaitu Mall Phinisi Point di Jl. Metro Tanjung Bunga Makassar dalam rangka meliput kegiatan Wanita Hebat di event Phinisi Hospitality Fair. Tak seperti biasanya, makanan yang saya makan hari itu berbeda dengan makanan-makanan sebelumnya sepanjang saya berkunjung ke The Rinra dan Phinisi Point. Kalau sebelumnya kami dari media selalu disajikan makanan prasmanan dengan beberapa lauk yang tidak cukup banyak, berbeda dengan kali itu, kami mendapat makanan di menu yang spesial. I mean kami dari media bebas memilih menu makanan yang disediakan di daftar menu. Dan harganya, tidak usah ditanya yah, bagi saya pribadi memang mahal. 🙊


Jadi awalnya memang saya bersama Vera (Teman Media dari Kabar News) datang bersama ke Mall Phinisi Point. Vera alhamdulillah bersedia menjemput saya sehingga saya tidak kewalahan untuk mencari kendaraan ke Mall Phinisi Point (PIPO). 😅 Sesampainya di PIPO, saya diarahkan oleh kak Indri (Asisten Marcomm The Rinra) untuk langsung naik ke atas lantai 3 di Restoran Lontar untuk makan dan gabung bersama media lain yang sudah makan-makan disana. Yaph, Restoran Lontar adalah restoran yang terdapat di The Rinra, yang di luar restoran tsb terdapat kolam renang outdoor. Itu tuh, yang sering banget jadi area anak Instagram zaman sekarang. Tempatnya memang hits.

Sunday, 21 May 2017

Traditional Food Vaganza, Makanan Tradisional Disulap Jadi Modern

Apa jadinya jika makanan tradisional Makassar berubah menjadi makanan yang lebih modern? Yang mau tahu jawabannya, silahkan datang dan saksikan langsung event yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Makassar dan Radio Bharata FM ini yakni Traditional Food Vaganza yang sekaligus menjadi event pemanasan sebelum event Makassar International Eight Festival. 😋
Saya sendiri heran, begitu banyak orang Indonesia termasuk Makassar terkadang lebih suka mencoba makanan luar negeri sementara makanan negeri/ kota sendiri belum semuanya dicoba. Apa karena makanan tradisional itu terlihat kuno? Yah, tidak bisa dipungkiri begitu banyak kuliner asing yang datang menyerbu Indonesia yang ujung-ujungnya selalu menjadi trendsetter. Mau tidak mau, hal seperti ini akan membuat banyak orang merasa harus mencobanya supaya tidak dikatakan ketinggalan zaman. Cukup miris sih banyak masyarakat yang sangat gampang dipengaruhi oleh hal tsb. 😐

Friday, 5 May 2017

Makan Malam Bersama Business Coach, Dr Fahmi

Saat mendapat undangan untuk hadir di event yang bertemakan kewirausahaan, saya tanpa berpikir panjang langsung mengiyakan untuk menghadiri undangan ini. Jumat 5 Mei 2017 saya menghadiri undangan Makan Malam bersama Global Entrepreneur Profesional (GENPRO), yang pesertanya adalah pebisnis atau pengusaha, termasuk UMKM yang ada di Makassar. Acara makan malam ini bertempat di Rumah Jabatan Walikota Baruga Anging Mammiri di Jl. H. I. A. Saleh Dg. Tompo No. 33 Losari kota Makassar dari pukul 19.00 hingga selesai. 😊
Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa UMKM memiliki peranan yang sangat strategis dan penting yang bisa ditinjau dari berbagai aspek. Yang pertama, industrinya berjumlah besar dan terdapat disetiap sektor ekonomi. Kedua, potensinya juga besar dalam menyerap tenaga kerja. Bahkan, setiap unit investasi pada sektor UMKM dapat menciptakan lebih banyak kesempatan kerja jika dibandingkan dengan investasi yang sama pada usaha besar.

Thursday, 27 April 2017

Komunitas Public Speaking Ada di Makassar

Dari pas jaman kuliah, saya pernah beberapa kali mengikuti kegiatan public speaking yang biayanya masih bisa saya jangkau. Maklumlah mahasiswa. 😬 Dari semua kegiatan yang pernah saya ikuti tersebut, saya merasa tidak mengalami perubahan yang begitu banyak. Maksud saya, setiap kegiatan tersebut kalau bukan workshop selama sehari penuh, paling hanya diisi oleh seminar selama beberapa jam. Dan kesemuanya kegiatan ini menurut saya terlalu banyak teori. Harus begini, harus begitu sehingga saya jadi pusing dibuatnya. 😓 Saya jadi bingung mengenai metode yang baik untuk saya pakai dalam berbicara di hadapan orang. Saya juga jadi tidak memiliki wadah yang lebih oke untuk mempraktekkan ilmu public speaking tersebut. Ujung-ujungnya, yah saya jadi begitu-begitu saja. Pelatihannya tidak berkelanjutan, mentor yang saya butuhkan untuk melatih public speaking tidak bisa saya dapatkan karena jika ingin memiliki mentor, harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Dan karena biaya itulah saya jadi mundur hingga kemudian saya sering bertanya dalam hati, "Adakah kegiatan public speaking yang gratis dan berkelanjutan?" 😬
Berawal dari kegiatan Workshop Public Speaking gratis yang saya ikuti 11 April 2017 di DiLo Makassar, akhirnya pertanyaan saya mengenai kegiatan public speaking gratis dan berkelanjutan itu terjawab. Beliau adalah kak Iskandar, founder dari School of Life, yang menjadi pemateri di hari itu. Kelas hanya diisi oleh 12 peserta yang entah kenapa bisa sesedikit itu peminatnya. Padahal menurut saya kelas ini keren karena mengangkat tema Public Speaking in Digital Era.

Tuesday, 25 April 2017

Warung Koffie Batavia Hadir di Makassar

Warung Koffie Batavia Hadir di Makassar - Warung Koffie Batavia merupakan restoran kuliner yang kini berhasil membuka outlet pertamanya di Makassar, sekaligus merupakan outlet ke delapan yang dibuka di Indonesia. Sesuai namanya, restoran ini tak jauh-jauh mengambil konsep ala Belanda, Indonesia, dan Peranakan. 👦 Siang itu di tanggal 22 April 2017, alhamdulillah saya mendapatkan kesempatan untuk mereview restoran tersebut bersama beberapa teman blogger yang lain, bertempat di Mall Gaul "Phinisi Point" Jl. Metro Tanjung Bunga No. 2. Karena saya menjadi orang pertama yang hadir, alhamdulillah Mba Shara Moza selaku Marketing dari Warung Koffie Batavia menyambut saya dengan hangat sampai kami sempat ngobrol beberapa lama sembari menunggu teman blogger yang lainnya datang. 😁 Mba Shara bercerita cukup banyak mengenai Warung Koffie Batavia ini mulai dari sejarahnya hingga ke menu-menu yang menjadi favorit pengunjung. 😄
Satu per satu teman blogger pun mulai berdatangan. Waktunya saya memesan makanan yang ingin saya cicipi. Pilihan saya jatuh ke menu Nasi Uduknya. Sebenarnya sih, saya agak bingung antara memilih makanan Nasi Goreng Kambing ataukah Nasi Uduk, karena keduanya merupakan menu andalan yang sering diorder oleh pengunjung untuk kategori Makanan Berat. 😁 Namun akhirnya Nasi Uduk lah yang saya pilih, karena saya pribadi sudah lama tidak makan Nasi Uduk. 😋 Terakhir makan nasi uduk itu, pas tahun lalu saat saya masih bekerja di Ambon, di perusahaan Waskita Karya. Untuk minuman, saya memesan Chocolate Milk-Based dengan campuran cream, dan tak lupa pula dengan minuman andalan sejuta umat, Air Mineral. 😆

Tuesday, 18 April 2017

Blogger Anging Mammiri Goes to PERTUNI

Sebagai anggota yang tergabung di komunitas Blogger Makassar Anging Mammiri alias Paccarita, jujur saja saya sangat senang dan sangat menikmati setiap program kerja atau agenda kegiatan yang diadakan oleh komunitas ini. 😊 Selain bisa mengedukasi anggotanya dengan tudang sipulung yang diadakan setiap minggunya, komunitas ini juga bisa memberdayakan anggotanya untuk belajar berbagi mengenai ilmu literasi kepada komunitas, organisasi, termasuk sekolah sekalipun. Nah, tepat di hari Jumat yakni 14 April 2017, saya bersama teman-teman Blogger Makassar mengadakan sebuah kegiatan yang dinamakan Blogger Anging Mammiri Goes to PERTUNI. PERTUNI sendiri adalah organisasi perkumpulan Tuna Netra yang tersebar disetiap provinsi di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. 😎
Flashback sedikit, jadi awalnya setelah rapat kecil antar pengurus yang sempat kami adakan di Kedai Pojok Adhyaksa sebelumnya, telah disepakati bahwa saya akan menjadi penanggung jawab di program kerja "AM Goes to School" ini. 😁 Nah, kak Nunu (Ketua Blogger Anging Mammiri) menyarankan kepada saya untuk menghubungi salah satu kontak yang ia punya, yang tergabung dalam suatu perkumpulan Tuna Netra untuk kami datangi menuntaskan proker ini. Awalnya saya tidak tahu apakah ini nantinya akan pelatihan ke SLB (Sekolah Luar Biasa) atau ke komunitas Tuna Netra atau kemana. Saya hanya diberi nomor kontak bernama kak Dacong yang juga merupakan keluarga dekat dari senior kami di Blogger AM yaitu Oppa Lebug alias kak Anchu. 😀